Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

ITB WiGa Biso Noto lan Njogo Budoyo Nuswantoro

Safitri • Senin, 27 Juni 2022 | 23:20 WIB
LESTARIKAN BUDAYA: Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Ratna Wijayanti Daniar Paramita SE MM menemani sejumlah penari asal Lumajang dan Banyuwangi saat konser musik WiGa Ring Osing, di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, akhir pekan kemarin.
LESTARIKAN BUDAYA: Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Ratna Wijayanti Daniar Paramita SE MM menemani sejumlah penari asal Lumajang dan Banyuwangi saat konser musik WiGa Ring Osing, di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, akhir pekan kemarin.
BANYUWANGI, Radar Semeru - Sebagai kampus milenial berkebudayaan, Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama (ITB WiGa) Lumajang konsisten melestarikan budaya Nusantara. Kampus terbaik di Lumajang ini menyatukan dua budaya berbeda dalam acara konser musik WiGa Ring Osing, di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, akhir pekan kemarin.

BACA JUGA : Satu Atlet Wushu Dikirim, Satu Medali Emas Didapat Bondowoso

ITB WiGa Lumajang berusaha menyatukan budaya Osing dengan budaya Pandalungan menjadi aransemen pergelaran musik yang unik. Di-handle langsung oleh tim kreatif dengan melibatkan musisi-musisi andal dari ITB WiGa Lumajang beserta sejumlah generasi muda Banyuwangi.

Rektor ITB WiGa Lumajang Dr Ratna Wijayanti Daniar Paramita SE MM mengatakan, kegiatan ini sukses menyuguhkan tontonan yang sangat berkualitas. Bahkan, kemasan konser musik tersebut dapat sambutan luar biasa dari masyarakat setempat. Selama acara berlangsung, penonton dikejutkan dengan penampilan yang spektakuler.

Photo
Photo


“Ini adalah cara kami melestarikan budaya dan tradisi Nusantara. Pergelaran seni budaya dan musik yang dinyanyikan oleh musisi andal. ITB WiGa kampus hang biso noto lan njogo budoyo Nuswantoro," kata Dr Ratna dengan bahasa Osing dengan fasih yang artinya, kampus WiGa berkomitmen untuk menjaga budaya Nusantara.

Mempertemukan dua konsep budaya Nusantara yang berbeda ini merupakan kemasan baru dalam melestarikan budaya di tengah kemajuan zaman. Sampai-sampai model melestarikan budaya ini mendapat apresiasi dari para pegiat seni dan budayawan. Sebut saja Aekanu, budayawan asal Banyuwangi.

Aekanu mengaku takjub dengan karya yang digagas ITB WiGa Lumajang. Menurutnya, tidak banyak generasi muda yang tertarik dengan pelestarian budaya. Apalagi menggeluti dan melestarikan budayanya sendiri. Tetapi, salah satu kampus Lumajang ini justru datang menampilkan salah satu budaya yang dimiliki Banyuwangi.

“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada ITB WiGa atas mahakarya yang dipersembahkan kepada kami warga Banyuwangi. Speechless, luar biasa, kisah Barong dan Saripah ditampilkan dengan sangat apik,” kata Aekanu.

Selain acara konser musik, kegiatan itu juga menampilkan beragam kesenian lainnya. Termasuk tari khas yang dimiliki Banyuwangi dan Lumajang. Seperti Tari Gandrung Banyuwangi, Tari Batik Lumajang. Serta diiringi musik Serbung khas Lumajang yang diperagakan bersama generasi muda dua wilayah tersebut. (kl/son/c2/fid) Editor : Safitri
#ITB WIGA Lumajang