Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tips Membuat Pembukuan warung kecil Untuk Usaha Kecil (UMKM)

Yohanes Pangestu • Jumat, 24 Juni 2022 | 23:00 WIB
Photo
Photo
RADARJEMBER.ID - Saat Anda menjalankan sebuah bisnis dengan skala kecil sekalipun, atau biasa disebut sebagai UMKM, Anda tetap diwajibkan untuk menguasai cara membuat pembukuan warung kecil untuk usaha kecil.

Mengapa demikian? Pembukuan berguna ketika Anda melakukan rekap mengenai seluruh aktivitas keuangan di dalam perusahaan, sehingga seorang pengusaha bisa dengan mudah melihat sejauh mana progres bisnisnya, apakah keuntungan meningkat atau justru kerugian semakin dekat. Tidak hanya untuk perusahaan berskala besar, untuk pemilik usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) sekalipun membutuhkan pembukuan warung kecil.

Ada segudang manfaat mengapa Anda perlu melakukan dan membuat pembukuan warung kecil. Salah satunya adalah guna mengetahui sirkulasi keuangan bisnis Anda. Ulasan kali ini akan membahas seberapa penting dan manfaat melakukan pembukuan warung kecil untuk para pebisnis ataupun pemilik UMKM.

Pentingnya Pembukuan warung kecil untuk Usaha Kecil

Dalam skala bisnis kecil, pembukuan warung kecil bisa dilakukan dengan model sederhana. Walau sederhana, pembukuan tetap bisa mencakup segala informasi keuangan perusahaan.

Pembukuan warung kecil ini akan menjadi tameng dari adanya kecurangan dalam bisnis, seperti menyelewengkan uang perusahaan, sehingga sekecil apa pun bisnisnya, pembukuan tetap harus dilakukan.

Lantas, bagaimana cara membuat pembukuan warung kecil bagi para pemilik small business yang tidak memiliki basic ilmu akuntansi? Jangan bingung, lakukan enam langkah berikut ini agar pembukuan warung kecil bisa dibuat.

Cara Membuat Pembukuan Keuangan Warung Kecil

Untuk memudahkan Anda dalam membuat pembukuan keuangan dan akuntansi di bisnis Anda, ikuti langkah-langkah berikut ini, yaitu:

  1. Membuat Catatan Transaksi Pengeluaran


Cara pertama melakukan pembukuan warung kecil adalah dengan membuat catatan transaksi pengeluaran. Proses jual beli dan segala kegiatan yang berhubungan dengan keuangan harus dicatat. Anda harus mulai dengan mencatat modal yang dikeluarkan dengan demikian, Anda bisa menentukan target kapan modal akan kembali.

Catatan transaksi juga bukan hanya menuliskan modal, tetapi juga menuliskan pengeluaran yang berhubungan dengan bisnis. Semurah apapun barang yang dibeli untuk menunjang bisnis, hal itu harus dimasukkan ke catatan transaksi.

2. Membuat Catatan Transaksi Pemasukan

Selain catatan pengeluaran, Anda juga harus membuat catatan pemasukan. Dalam pembukuan warung kecil ini, Anda bisa menuliskan segala kegiatan yang berhubungan dengan aktivitas uang masuk.

Catatan ini bisa mencakup berapa keuntungan yang Anda dapatkan dalam satu hari. Perlu diketahui, pencatatan transaksi pengeluaran dan juga pemasukan akan mempermudah pekerjaan Anda di akhir bulan saat melakukan penutupan.

3. Membuat Estimasi Arus Kas dengan Pembukuan warung kecil

Proses ketiga dari pembukuan warung kecil adalah membuat estimasi arus kas dengan pembukuan warung kecil. Estimasi arus kas menjadi penting untuk dilakukan karena dengan hal ini Anda bisa mengetahui kapan Anda harus mengeluarkan uang dan seberapa besar uang yang dikeluarkan.

Anda juga bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan uang kas. Jika kurang, Anda bisa ancang-ancang melakukan perencanaan agar tidak rugi.

Contohnya, lebih gencar menjual produk agar laba lebih banyak atau menurunkan biaya pengeluaran. Estimasi arus kas akan menyimpan informasi akhir berapa banyak uang atau anggaran yang dimiliki perusahaan untuk membuat perencanaan bisnis lain di masa yang akan datang.

4. Menulis Catatan Stok Barang

Keluar masuknya barang produksi harus dicatat, agar Anda bisa mengawasi operasional bisnis. Dengan catatan ini, Anda bisa dengan mudah mengetahui berapa banyak barang yang masuk dan berapa yang keluar setiap harinya.

Jika catatan stok tidak dibuat maka ada banyak kemungkinan Anda akan dicurangi, bisa jadi oleh suplier yang memberikan pasokan barang kurang dari pesanan, atau barang produksi ternyata diambil oleh karyawan.

5. Membuat Catatan Investasi Barang

Barang yang diinvestasikan dalam bisnis bisa bermacam-macam, seperti contohnya mesin. Aset investasi barang ini tentu memiliki umur yang berbeda-beda, dengan catatan investasi barang, Anda akan mengetahui seberapa lama barang akan bertahan dan bagaimana caranya agar mesin bertahan dalam waktu lama.

Jika ternyata Anda membutuhkan perbaikan pada barang-barang yang diinventarisir, maka Anda bisa mencatatnya dalam catatan pengeluaran. Contoh barang-barang inventaris lainnya adalah meja dan kursi di restoran serta peralatan masaknya.

6. Membuat Laporan Laba Rugi

Buku laporan laba rugi bisa dibuat dengan sederhana dalam satu periode tertentu. Buku ini mencakup informasi seperti kolom pendapatan hingga kolom beban perusahaan.

Perhitungan laba rugi bisa dibuat dengan simpel dan mudah dipahami, hal ini juga agar memudahkan orang lain melihat progres bisnis Anda.

Pekerjaan ini bisa dilakukan bahkan oleh orang yang tidak mempelajari ilmu akuntansi secara mendalam, yang harus dilakukan adalah memastikan tidak ada selislh antara pengeluaran dan pemasukan.

Setidaknya ada enam catatan yang harus dibuat oleh seorang pengusaha small business untuk membuat laporan keuangan sederhana.

Laporan keuangan sederhana bisa dibuat secara manual atau memanfaatkan berbagai aplikasi akuntansi yang kini bisa diakses dengan mudah melalui ponsel pintar.

Dengan melakukan pencatatan laporan keuangan sederhana, seorang pengusaha bisa mengetahui kapan perusahaan harus mengalami perombakan agar tidak merugi di kemudian hari.

Pembukuan Warung Kecil Lebih Optimal Dengan Jurnal by Mekari

Jika Anda pemilik UKM dan tidak mengenal akuntansi sebelumnya, pembukuan mungkin adalah hal yang sangat asing untuk Anda. Karena faktanya, di Indonesia masih banyak pemilik UKM yang buta terhadap akuntansi dan mengabaikan pembukuan. Anggapan bahwa pembukuan terkesan rumit dan memakan waktu masih melekat di benak para pelaku UKM di Indonesia, padahal dengan pembukuan yang benar, kemungkinan pengembangan usaha akan lebih cepat terwujud.

Memang benar, jika Anda menggunakan pembukuan dan melakukan pencatatan transaksi secara manual akan menghabiskan lebih banyak waktu. Belum lagi membuat laporan keuangan berdasarkan periode waktu tertentu seperti bulanan dan tahunan juga pelaporan pajak terhadap negara.

Untuk mempermudah sebuah laporan keuangan yang profesional dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesia, Anda bisa menggunakan Jurnal akuntansi online sebagai mitra usaha Anda.

Di sinilah Jurnal by Mekari menjadi solusi untuk pembukuan setiap UKM yang ada di Indonesia. Jurnal by Mekari telah digunakan oleh lebih 300 ribu pengguna dari berbagai jenis entitas bisnis mulai dari UKM sampai perusahaan manufaktur besar.

Jurnal sebagai aplikasi pembukuan warung kecil memiliki sejumlah fitur menarik yang dapat digunakan sebagai solusi untuk mempermudah pencatatan keuangan usaha UKM atau UMKM.

Semisal laporan stok barang di gudang, fitur biaya yang dapat menghitung semua jumlah pengeluaran usaha serta pembuatan invoice dengan 11 jenis desain pilihan yang pastinya akan membuat usaha Anda tampil semakin profesional.

Tentu saja Anda bisa mencoba gratis terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menggunakan Aplikasi Jurnal By Mekari.

UKM Naik Kelas dengan Jurnal by Mekari

Untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana cara Jurnal by Mekari membantu pembukuan bisnis yang sedang Anda bangun, berikut adalah sebagian kemudahan yang bisa Jurnal by Mekari berikan untuk bisnis Anda :

Saat membangun sebuah bisnis, terutama UKM, Anda akan terus aktif dan melakukan mobilitas tinggi. Anda akan bertemu orang baru, dan melakukan hal-hal yang baru. Akan sangat menyulitkan jika Anda hanya bisa memeriksa dan mengakses laporan keuangan melalui kantor Anda.

Zaman berubah, bisnis telah menjadi lebih fleksibel. Jurnal by Mekari adalah software akuntansi berbasis cloud yang bisa digunakan kapan dan dimana saja Anda mau, selama itu masih terhubung ke internet. Semua laporan keuangan dan transaksi akan tersaji secara realtime dan akurat. Tentunya ini akan mempermudah Anda untuk melakukan rencana dalam pengembangan bisnis lainnya.

Poin penting saat Anda menggunakan software akuntansi selain pencatatan pos pengeluaran dan pemasukan adalah laporan keuangan. Laporan keuangan adalah indikator sehat atau tidaknya bisnis yang sedang Anda bangun. Semakin detail laporan keuangan dalam bisnis, maka akan semakin baik untuk pertimbangan pengambilan keputusan dalam bisnis Anda. Untuk laporan keuangan standar, Anda bisa melihatnya melalui artikel ini.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi dengan penyajian laporan keuangan terlengkap di Indonesia. Pada Jurnal by Mekari Anda akan mendapatkan semua laporan keuangan standar pada pembukuan dan laporan keuangan yang tidak ada pada software akuntansi lainnya seperti laporan aset, laporan penjualan per pelanggan, penjualan percabang, laporan komisi penjualan, target penjualan dan masih banyak lagi laporan keuangan yang sangat berguna bagi pengembangan UKM yang tidak ada pada software akuntansi lainnya

Dalam dunia akuntansi, hal yang paling memakan waktu adalah perhitungan pajak, hampir semua akuntan sepakat terhadap hal itu. Bagi Anda yang sedang membangun sebuah usaha, membuang waktu adalah hal yang harus dihindari. Namun perlu diingat, penghitungan pajak usaha juga merupakan hal yang penting bagi Anda, bisnis, dan untuk negara, maka dari itu hal ini tidak bisa dianggap remeh.

Jurnal memiliki fitur perpajakan yang lengkap dan bisa mengakomodasi semua kebutuhan perpajakan bisnis Anda, mulai dari pencatatan per faktur penjualan, impor faktur pajak, email faktur pajak, SPT PPN / PPNBM, ePPH 2326 dan ePPH 1771, SPT PPh pasal 23, SPT PPh pasal 4 (2), dan  SPT PPh pasal 15.

Tidak seharusnya laporan keuangan dan pembukuan bisa di akses atau di tangani oleh semua karyawan bukan? Jurnal by Mekari mengerti ini.

Dengan adanya fitur ini, Anda bisa dengan mudah mengatur, memantau, dan menyetujui setiap transaksi yang terjadi. Anda juga bisa  memberikan hak akses yang berbeda bagi setiap karyawan.

Bisnis yang besar selalu memperhatikan pos pengeluaran dan pemasukan dengan terperinci dan teliti, dan pembukuan yang benar akan membuat bisnis tersebut menjadi lebih baik. Sayangnya, masih banyak yang beranggapan pembukuan adalah hal yang tidak diperlukan, terutama pada fase bisnis tersebut baru dimulai atau masih berbentuk UKM. Ini salah.

Jadikan pembukuan sebagai bagian dalam bisnis yang Anda kembangkan. Dengan begitu, Anda bisa merencanakan dan mengambil keputusan terbaik untuk bisnis yang Anda bangun. Jika Anda merasa pembukuan bisnis itu sulit, atau Anda tidak memiliki pengetahuan apapun di bidang akuntansi, Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk memudahkan hal itu.

Jurnal by Mekari adalah software akuntansi berbasis cloud yang sudah memudahkan lebih dari 300 ribu pengguna dan pebisnis yang ada di Indonesia. Memiliki fitur terlengkap, mudah digunakan, dan harga terjangkau, menjadikan Jurnal by Mekari sebagai software akuntansi terbaik di Indonesia.

Bagi Anda pelaku usaha UKM yang ingin membuat bisnis Anda berkembang dengan cepat dengan pembukuan yang optimal, Anda bisa mencoba menggunakan Jurnal by Mekari selama 14 hari gratis dengan mengunjungi websitenya di https://jurnal.id.

Nah, diatas adalah proses pencatatan keuangan dan cara membuat laporan keuangan sederhana bagi bisnis UMKM dan UKM yang telah diulas oleh blog Jurnal by Mekari.

Semoga informasi ini bisa berguna untuk Anda yang memerlukannya, dan jangan lupa untuk dibagikan di sosial media. Editor : Yohanes Pangestu
#Ekonomi Digital