Berstatus sebagai cawapres teruat di Jatim, Erick Thohir menjadi sosok pemimpin yang menjadi buah bibir di masyarakat. Guru Besar Univeristas Airlangga (Unair), Prof Hotman Siahaan menyatakan tak mengherankan melihat orang nomor satu di Kementerian BUMN tersebut sebagai cawapres terkuat Jatim.
Mengingat, Erick Thohir sejauh ini mendapatkan banyak dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Jatim. Pasalnya, dukungan ini dibuktikan dengan berbagai deklarasi yang acap kali menghiasi media pemberitaan nasional.
“Elektabilitas Erick Thohir melonjak signifikan di Jatim karena banyak dukungan masif yang mendeklarasikan Erick Thohir sebagai capres dari relawan berbagai elemen di akar rumput di berbagai daerah di Jatim. Mulai dari komunitas petani, komunitas nelayan, komunitas UMKM bahkan komunitas millenial,” tutur Prof Hotman, Jum’at (24/6/2022).
Ia kemudian menjelaskan deklarasi dari beragam elemen masyarakat ini disebabkan oleh program-program Erick Thohir di BUMN yang dinilai mampu menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Salah satu di antaranya adalah program Mekaar yang digalakkan oleh BUMN, di mana program tersebut mendorong ibu-ibu pra sejahtera untuk menjadi pengusaha di daerah.
Di samping bisa memberikan pemasukan tambahan untuk keluarga, Mekaar memiliki potensi untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat di daerah.
“Dari berbagai deklarasi itu suara yang muncul adalah bagaimana Erick Thohir menyelesaikan masalah lapangan kerja melalui program BUMN, menyelesaikan masalah permodalan bagi pelaku UMKM, masalah pupuk di kalangan petani,” terang Prof Hotman.
Bersamaan dengan itu, masyarakat menilai Erick Thohir adalah figur yang memiliki prestasi luar biasa dengan gagasan dan inovasi baru sebagai Menteri BUMN. Maka dari itu, masyarakat mengharapkan pemimpin seperti Erick Thohir untuk menjadi pemimpin Indonesia ke depan.
“Berbagai komunitas ini sebagai relawan makin melihat bagaimana Erick Thohir sukses menyelesaikan berbagai persoalan yang menurut masyarakat sebagai prestasi yang luar biasa,” pungkasnya. Editor : Ivona