Keputusan ini dilakukan berdasarkan melandainya kasus Covid-19 di Indonesia. Adapun persyaratan mahasiswa yang mengikuti perkuliahan luring yaitu sudah menerima vaksin dosis satu, dosis dua, dan booster.
BACA JUGA: Wisuda Sarjana Ke-46 UIN KHAS Jember Jadi Momentum Istimewa
Perkuliahan tatap muka ini disambut gembira oleh para mahasiswa. Mereka mengaku lebih nyaman mengikuti perkuliahan tatap muka, karena lebih mudah memahami materi perkuliahan. "Lebih senang offline soalnya lebih gampang menangkap materi kuliah," ujar Liya Ni'mah, mahasiswa pascasarjana.
Berbeda dengan Liya yang lebih senang kuliah luring, M Nasikh justru lebih memilih kuliah daring. Karena menurutnya, kuliah luring memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Sebelumnya, mahasiswa menjalani perkuliahan dengan sistem hybrid. Pihak kampus memberikan tawaran untuk menjalani perkuliahan secara luring atau daring melalui aplikasi sister. Namun kini, pihak kampus resmi mengumumkan untuk menjalani perkuliahan secara luring 100 persen. (*)
Reporter: Viona Alvioniza
Fotografer: Viona Alvioniza
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal