Ketua Baznas Bondowoso KH Junaidi Mu'thi menerangkan, ada beberapa manfaat yang dirasakan oleh masyarakat Bondowoso atas dilaksanakannya kegiatan bertema “Pemantapan Pengentasan Kemiskinan melalui Strategi Pengelolaan Zakat, Infak, dan Shodaqoh” tersebut. Di antaranya melalui pemberian sejumlah bantuan pembangunan RTLH. "Dari provinsi (Baznas Jatim, Red) membawa oleh-oleh ke Bondowoso," katanya.
Oleh-oleh tersebut, menurut pria yang akrab disapa Kiai Junaidi ini, yakni bantuan untuk pembangunan RTLH senilai Rp 125 juta untuk sepuluh unit rumah. Bantuan tersebut dinilai masih tahap pertama yang diberikan Baznas Provinsi. Oleh sebab itu, ke depannya dia mengungkapkan siap menerima bantuan yang akan diberikan.
Ternyata pembangunan RTLH itu juga ditambah dengan dana dari Baznas Bondowoso, dengan jumlah Rp 75 juta untuk sepuluh unit rumah yang sama. Selain itu, Baznas Bondowoso juga memberikan bantuan secara simbolis kepada sejumlah masyarakat Bondowoso. Di antaranya bantuan untuk masyarakat miskin, bantuan untuk pertukangan, bantuan pendidikan, pengembangan kampung zakat, dan lain-lain.
Selain itu, Junaidi juga menuturkan, saat ini penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk masyarakat Bondowoso tidak lagi menunggu pengajuan. Sebab, jika menggunakan model tersebut, penyalurannya dinilai kurang merata atau hanya akan berpusat di wilayah tertentu.
Saat ini proses penyalurannya dilakukan dengan pendataan langsung ke masyarakat, bekerja sama dengan penyuluh zakat Kemenag Bondowoso. "Kami memperbanyak yang ada di pinggiran untuk mendapatkan dari Baznas," tuturnya.
Dikonfirmasi di tempat yang sama, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin menyampaikan, Baznas Kabupaten Bondowoso memiliki perkembangan yang cukup signifikan. Menurutnya, hal tersebut tidak lepas dari peran pemerintah dalam memfasilitasi Baznas Kabupaten Bondowoso untuk mengembangkan program-programnya, serta mendukung dalam mensukseskan program yang akan dilaksanakan.
Tata kelola manajemen yang baik, serta didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dalam pengabdiannya, dinilai menjadi poin penting dalam perkembangan Baznas. Selain itu, manajemen pengumpulan dan pendistribusian dana zakat yang berpedoman pada prinsip akuntabilitas dan transparansi menjadi pendorong terlaksananya tujuan pemerintah bersama Baznas. "Khususnya dalam menekan angka kemiskinan di Bondowoso," bebernya.
Sementara itu, Imam Soepangkat Soerodjo menilai kegiatan tasyakuran itu berjalan dengan lancar dan sukses. Mengingat banyaknya undangan yang hadir, bahkan perwakilan Baznas juga sempat hadir. Namun, karena terdapat kepentingan untuk bertemu Gubernur Jatim, akhirnya dia memutuskan untuk meninggalkan forum terlebih dahulu. "Luar biasa acara ini, sukses berjalan dengan lancar," tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga berharap adanya silaturahmi dan tasyakuran itu dapat mempererat hubungan Baznas Provinsi dan Baznas Bondowoso, sehingga dapat memberikan manfaat lebih besar kepada seluruh masyarakat yang ada di Bumi Ki Ronggo ini. "Mudah-mudahan masyarakat merasakan betul manfaatnya," tandasnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri