Pada hari jadinya yang ke-20, RSD Balung menggelar serangkaian kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Mulai dari workshop pengadaan barang dan jasa, workshop komunikasi efektif, lomba cerdas cermat, lomba masak, lomba ruang terbaik, dan lomba fotografi kategori umum. Kemudian, pemutaran sejarah, lomba paduan suara, dan Gerakan Balung Berbagi.
Hal itu disebutkan oleh Direktur RSD Balung dr Andre Kusuma saat acara peringatan Hari Jadi RSD Balung ke-20 tahun di aula RSD Balung, kemarin (3/1). Pihaknya juga menceritakan sejarah dan perkembangan RSD Balung dari waktu ke waktu. Di mana RSD terbesar di wilayah Jember selatan itu telah ada sejak 1940 dengan nama RS Baloeng.
Perpindahan dari Orde Lama ke Orde Baru, nama tersebut berubah menjadi puskesmas pembina. Tak lama, puskesmas tersebut berubah lagi menjadi puskesmas perawatan pada 1979. Kemudian, puskesmas perawatan pada 2002 menjadi RSD Balung kelas tipe C, yang akhirnya berkembang sampai sekarang. "Dengan berbagai fasilitas, ini tidak lepas dari peluang pengembangan wilayah, dengan adanya peluang otonomi daerah," ungkap Andre.
Dia juga menjelaskan, sejak saat itu RSD Balung menjadi semakin berkembang pesat. Selain letaknya yang strategis, yakni berada di jalan provinsi, roda perekonomian masyarakatnya juga cukup tinggi. "Industrinya tampak tumbuh dengan baik. Bupati memberikan optimisme kepada saya, pasti berkembang," katanya.
Sebagai fasilitas kesehatan milik Pemkab Jember, Andre menyebut, pihaknya selalu hadir dan berperan aktif mendukung pembangunan daerah Kabupaten Jember, khususnya yang tertera dalam RPJMD 2021-2026. Salah satu peran penting dari RSD adalah meningkatkan pelayanan dasar dan pendidikan dasar dengan sistem yang terintegrasi.
Ibarat remaja yang memasuki usia yang 20 tahun, RSD Balung masih harus melawati berbagai proses menuju kedewasaan, yang terimplementasi dalam peningkatan jumlah dan mutu pelayanan masyarakat dan Pemkab Jember. Dia menjelaskan, akan ada 22 dokter spesialis yang masuk ke RSD Balung pada tahun ini. Ini bukanlah sesuatu yang unik, namun menjadi suatu keharusan yang perlu terus dilakukan. "Insyaallah, tahun 2024 sampai 2025, RSD Balung menuju ke tipe B," lanjutnya.
Pada 2021, RSD Balung telah memiliki 10 program pelayanan kesehatan. Mulai dari penjemputan pasien secara gratis hingga adanya pelayanan dokter spesialis sore. Selain melalui programnya, RSD Balung juga menyediakan pelayanan makanan dari chef berbintang, kemudian fasilitas rumah singgah untuk keluarga pasien.
Tahun ini RSD Balung ini juga menambah fasilitas Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan Pediatric Intensive Care Unit (PICU), yang merupakan salah satu upaya menekan angka AKI/AKB di Jember, khususnya Kecamatan Balung, yang masih tinggi. "Kami meminta kepada spesialis anak dan kandungan, dalam fasilitas PICU NICU agar dimaksimalkan," katanya.
Pelayanan pun menjadi semakin kompleks, dan hampir semua kebutuhan ditangani oleh dokter spesialis. Hal ini merupakan bentuk dukungan RSD Balung dalam mewujudkan keinginan bupati. "Mohon petunjuk, bimbingan, dan arahan untuk perkembangan RSD Balung ke depan," harapnya.
Sementara itu, Bupati Jember Hendy Siswanto turut hadir bersama Kasih Fajarini. Keduanya terkagum-kagum saat menilik beberapa fasilitas yang baru saja dibangun di RSD tersebut. Menurut dia, dengan fasilitas yang ada tersebut, yang perlu dilakukan oleh seluruh karyawan RSD Balung ialah memberikan pelayanan yang berkualitas. Salah satunya dengan cara bergotong-royong satu sama lain, sesuai dengan mars RSD Balung yang baru saja ia dengarkan.
"Mars itu luar biasa. Apabila mars itu benar-benar dilakukan dengan ketulusan hati. Insyaallah, bukan tipe C saja, bahkan bisa mencapai tipe A dengan mudah. Bagaimana melayani dengan gotong royong dan ramah kepada pasien," papar Hendy.
Jurnalis : Delfi Nihayah
Fotografer : Delfi Nihayah
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri