Pemilik Depo Bangunan Kambiyanto Kettin pun menceritakan perjalanan usahanya dalam membangun brand Depo Bangunan, hingga bisa sukses seperti saat ini. Dia mengatakan, inspirasi membangun supermarket bahan bangunan itu ia dapatkan saat tengah mengantar anaknya belajar ke luar negeri. Saat itu, ia melihat banyak toko bahan bangunan modern yang menawarkan cara berbelanja mudah, tanpa perlu berpindah dari satu toko ke toko lainnya alias on stop shopping.
"Dengan pengalaman tersebut yang membuat saya bertekad untuk menghadirkannya di Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Butuh waktu yang panjang untuk mempelajari strategi berbisnis swalayan bahan bangunan yang masih belum ada di Indonesia itu. Setelah dirasa cukup, kemudian, dia bersama Johnny teman akrabnya, mulai membangun gerai Depo Bangunan pertama pada 5 Oktober 1996, di Kalimalang, Jakarta Timur.
Dia menyebut, sepak terjang untuk membesarkan usahanya tidaklah mudah. Apalagi, ketika mengingat kerusuhan yang terjadi di tahun 1998, yang sempat menghancurkan gerai pertamanya tersebut. Namun, bagi Kambiyanto, hal itu ia jadikan pelajaran dan tak lama, ia pun berusaha bangkit dengan membuka gerai kedua di Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.
Lebih jauh, Kambiyanto menjelaskan, pada 2004 lalu ia juga membangun gerai ketiga di daerah Sidoarjo di bawah komando Johnny. Kemudian pada 2007 Depo Bangunan menambah dua gerai sekaligus yang berlokasi di dua kota besar, yakni Bandung dan Malang.
Semakin lama, usaha tersebut semakin diminati masyarakat. Cabang Depo Bangunan akhirnya diperluas hingga ke Denpasar pada 2011, kemudian di Bogor pada 2013, lanjut di Bekasi pada 2018, serta Bandar Lampung pada 2019. Kebutuhan masyarakat akan bahan bangunan dengan pelayanan yang memuaskan dan harga terjangkau, semakin terlihat. Termasuk di Kabupaten Jember, yang kini perekonomiannya semakin meningkat. Di Jember, gerai Depo Bangunan berada di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Mangli. Tak jauh dari Kantor Polsek Kaliwates.
Depo Bangunan memutuskan untuk membuka gerai ke 10 nya, di kabuparen wilayah timur Jawa itu, meski sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Covid-19.
"2021 ini Depo Bangunan segera membuka gerai ke 10 di Jember yang sempat tertunda karena pandemi. Dan akan disusul di awal tahun 2022 gerai ke-11 di Pondok Gede, Bekasi. Kami sudah memiliki lahan untuk gerai ke-12 di Rungkut Surabaya yang segera dibangun di 2022," tuturnya.
Dalam penambahan gerai itu, Depo Bangunan tak hanya ingin mengembangkan bisnisnya, namun juga sebagai upaya mendorong pengembangan sumber daya manusia, melalui pendekatan train the trainer.
Kambiyanto menyebut, pihaknya banyak melakukan promosi jabatan internal, di saat yang bersamaan tetap merekrut talenta baru yang mendukung kultur dan semangat perusahaan. Depo Bangunan juga menawarkan jenjang karier untuk meningkatkan loyalitas karyawan.
Kambiyanto mengatakan, selama pandemi pihaknya terus melakukan penyesuaian, terutama dalam melayani konsumen. Kini, perusahaan penyedia bahan bangunan itu juga melayani pembelian secara daring, yakni dapat dipesan via WhatsApp agar memudahkan pembeli.
"Setelah masa tahun 2020 yang berat, di tahun 2021 manajemen dapat menyelesaikan segala persiapan untuk go public, menjadi perusahaan terbuka. Hingga beberapa langkah lagi, Depo Bangunan akan memasuki status listing sebagai perusahaan yang menjadi milik publik. Ever onward never retreat itulah yang selalu dikatakan kepada tim dalam mempersiapkan IPO," paparnya.
Reporter: Delfi Nihayah
Fotografer: Delfi Nihayah
Editor: Mahrus Sholih Editor : Yohanes Pangestu