Bahkan, jika dirunut sejak lima tahun belakangan, mulai 2016 lalu, SMA Nuris telah mencatatkan total 435 piala dan juara. Di antaranya, 78 lomba tingkat kabupaten, 47 tingkat eks karesidenan, 97 tingkat Jawa Timur, 210 tingkat nasional, dan 3 juara di tingkat internasional.
Keseluruhan raihan prestasi siswa sejak 2016 itu berasal dari berbagai bidang lomba. Salah satunya bidang riset atau KIR yang berhasil dikumpulkan sebanyak 51 juara dan piala. Catatan itu juga sekaligus menunjukkan tingginya minat siswa SMA Nuris terhadap dunia riset dan tulis-menulis.
BACA JUGA : Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi
Terbaru, ada 22 siswa SMA Nuris yang tengah mengikuti Kompetisi Sains Nasional (KSN) 2021. Penyisihan tingkat kabupaten terselenggara awal Juni kemarin. Dalam lomba yang cukup bergengsi dan diselenggarakan Kemendikbud RI itu, enam siswa SMA Nuris dinyatakan lolos tingkat kabupaten. Yakni empat siswa kelas 10, Nurmala Nadiva dan Umi Karimah bidang kimia, Sheilla Ramadhania di fisika, dan Muhammad Wildanun Amien di astronomi. Sementara, dua lainnya adalah siswa kelas 11. Mereka adalah Nur Wahyuli bidang biologi dan Adinda Putri Jannatul Firdaus bidang astronomi.
Keenam siswa yang lolos itu berhak berlanjut ke KSN 2021 tingkat provinsi yang terjadwal pada 7 Agustus mendatang. Kegiatannya berlangsung secara daring. Mereka optimistis dan memasang target saat melakoni KSN tingkat provinsi nanti. "Target kami bisa masuk ke passing grade nasional," kata Adinda Putri, saat ditemui Jawa Pos Radar Jember, kemarin (2/7).
Menurut mereka, event KSN 2021 ini dinilainya cukup bergengsi. Sekaligus menjadi kesempatan tiap siswa untuk unjuk kemampuan. Seba, lomba berlangsung cukup fair dengan seleksi yang ketat dan tahapan panjang. Di Kabupaten Jember saja, lomba ini menjadi ajang bergengsi. Tak heran, pesertanya hampir diikuti seluruh siswa lembaga SMA. Tahapannya pun cukup ketat. Dari penyisihan di tingkat kabupaten, berlanjut provinsi, hingga ke tingkat nasional. "Meskipun secara daring, tapi tahapan lomba ini cukup panjang. Jadi, semangat kompetisinya tetap terasa," tambah Sheila Ramadhania.
Keseringan mereka ikut serta dalam event atau olimpiade dianggapnya menjadi modal besar. Bahkan, keenam siswa yang ikut lomba kali ini juga sempat tercatat beberapa kali menyumbangkan piala dan juara dari total raihan 435 juara tersebut. Dalam persiapannya, mereka juga melakukannya dengan sungguh-sungguh. "Kami tiap hari latihan soal didampingi guru pembina di masing-masing bidang. Latihan ini terus berlanjut sampai hari H pelaksanaan nanti," terang Umi Karimah saat ditemui tengah latihan soal bersama rekannya. Mereka berharap, usahanya itu bisa mendulang hasil maksimal.
Tak hanya rajin meraih prestasi, setelah lulus juga cukup banyak alumni SMA Nuris Jember yang diterima di perguruan tinggi ternama. Seperti di Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, dan kampus lainnya. Sebagian besar mereka diterima melalui jalur seleksi beasiswa Bidikmisi.
Pengasuh Nuris Jember Gus Robith Qoshidi menjelaskan, selama ini SMA Nuris Jember terus berupaya mengembangkan bakat dan minat santrinya. Meski berada di lingkungan pesantren, santri tetap konsisten didorong agar bisa meng-upgrade kemampuannya di berbagai bidang. Termasuk di bidang sains dan teknologi.
Menurut dia, dengan dorongan seperti itu, para santri tidak hanya dididik akhlak dan budi luhur tentang karakter pesantren. Namun, juga dididik bisa mencintai ilmu pengetahuan. Lebih jauh, mereka bisa berkontribusi aktif dalam pengembangan sains dan teknologi. Sekaligus menjawab berbagai problematika kekinian yang terjadi di masyarakat. "Sehingga di masa depan, bisa memunculkan saintis-saintis muslim yang kompeten di bidangnya masing-masing," pungkas Gus Robith.
Jurnalis : Maulana
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital