"Film ini berhasil dirampungkan selama satu tahun dan menggunakan bahasa campuran Jawa dan Indonesia. Lokasi proses produksi dilakukan di Jember," tutur Iqbal Amanta, sutradara sekaligus penulis naskah Rumah Aya.
Sineas muda angkatan tahun 2014 Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Prodi Program Studi dan Film (PSTF) Universitas Jember itu berhasil menuangkan kisah tersebut ke layar lebar, sebagai persyaratan tugas akhir. Rumah Aya mengangkat kisah kehidupan Bari mengasuh Aya sebagai anak angkat, padahal Bari sendiri belum berumah tangga dan tidak memiliki pengalaman mendidik anak.
Pemutaran film itu dihadiri oleh Rektor Universitas Jember Iwan Taruna dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin. Keduanya juga memberikan acungan jempol terhadap film tersebut. "Luar biasa sekali film ini dan cukup berkualitas, karena itu jangan mudah puas dan terus untuk berkarya," terang Iwan.
Mengingat pemutaran film itu dilakukan di era pandemi Covid-19, aturan protokol kesehatan (prokes) tetap diberlakukan. Jumlah penonton dibatasi 90 orang dari kapasitas gedung yang mencapai 180 orang. Editor : Safitri