Lailatul Usriyah, masuk Pascasarjana IAIN Jember tahun 2018 dengan fokus Manajemen Pendidikan Islam (MPI). Dalam disertasinya, ibu tiga anak ini mengangkat tema penelitian tentang kepemimpinan tokoh perempuan (Bu Nyai) dalam sebuah pesantren di dua lokasi sekaligus.
Menurut dia, ada hal yang menarik dan sekaligus layak diketahui oleh masyarakat luas terkait kepemimpinan perempuan. “Selama ini kepemimpinan perempuan masih sebuah hal yang tabu, apalagi di lingkungan pesantren. Tapi di dua lembaga yang saya teliti ini, semua di Banyuwangi, jelas beda. Buk Nyai tetap punya pengaruh, baik dalam kebijakan maupun sebagai komunikator,” ungkap ibu 42 tahun itu.
Usriyah mengisahkan perjalanannya selama kuliah pada program doktor MPI Pascasarjana IAIN Jember. Sebagaimana mahasiswa lainnya, dia juga disibukkan perkara lain. Mulai dari mengajar hingga mengurus keluarga. Namun semua itu dilaluinya cukup mulus. Terbukti, saat saat wisuda lalu ia mampu meraih IPK nyaris sempurna, yakni 3,91.
Bagi dia, kunci melewati semuanya itu adalah mampu membagi waktu dengan baik dan tepat. Karena ia meyakini, banyak mahasiswa yang sebenarnya bisa lulus di waktu normal atau lebih cepat. Namun karena tidak bisa membagi waktu, justru kelulusannya malah molor. “Asalkan bisa membagi waktu dengan baik, rutin berkonsultasi, itu sudah modal besar dan pasti akan membuahkan hasil yang baik,” pungkas Usriyah. Editor : Safitri