Wakill Rektor I Bidang Akademik IAIN Jember Prof Miftah Arifin mengatakan, meskipun berjalan wisuda kali ini secara luring, namun ada beberapa pembatasan yang diberlakukan. Salah satunya tanpa pendampingan dari orang tua wisudawan.
Selain itu para wisudawan juga diwajibkan memenuhi persyaratan dan mematuhi protokol kesehatan sebelum mengikuti wisuda. Seperti menyerahkan surat hasil rapid test, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan hand sanitizer, hingga wajib menggunakan masker serta face shield. “Kita diberi izin untuk melaksanakan wisuda secara luring oleh Satgas Covid Kabupaten Jember dengan banyak catatan dan persyaratan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Selain persyaratan tersebut, lanjut dia, jumlah peserta dan waktunya juga dibatasi, yakni tidak lebih dari tiga jam. Karena itu saat wisuda berlangsung, panitia membagi dua sesi. Sesi pertama pada 08.00-10.00, lalu dilanjut sesi kedua pada 13.00-15.00. “Protokol kesehatan yang kita jalankan cukup ketat, jadi saat begitu wisudawan selesai satu persatu, mereka segera meninggalkan tempat, lalu petugas nanti mensterilkan,” ibunya.
Di saat bersamaan Rektor IAIN Jember Prof Babun Suharto mengungkapkan, berjalannya wisuda kali ini menjadi bagian penting dari perjalanan kampus IAIN Jember memantapkan diri dalam proses alih status menjadi Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember. Karena itu pihaknya juga meminta restu dan dukungan semua kalangan untuk turut mensukseskan bersama impian besar tersebut.
Kepada para wisudawan yang hadir saat itu, Prof Babun juga meminta agar para lulusan mampu melanjutkan kiprah dan mengabdikan ilmunya untuk masyarakat luas. Ia menilai, gelar yang disandang dari perguruan tinggi agama jelas berbeda dengan gelar pada perguruan tinggi umum lainnya. “Kami berharap lulusan dan alumni kita tidak berhenti dalam berkiprah. Mereka dipersilahkan melanjutkan studi, bisa di kampus IAIN Jember atau perguruan tinggi lainnya,” terangnya.
Sementara itu Plt Bupati Jember Drs KH Abdul Muqit Arief yang saat itu menyampaikan sambutannya secara daring juga memaparkan serupa. Dia mengharapkan, para wisudawan S1, S2, S3 tetap membawa Islam yang rahmatan lil alamin, menjunjung nilai persaudaraan, dan persatuan. “Semoga para wisudawan bisa terus mengembangkan ilmu pengetahuannya, hingga bisa bermanfaat untuk masyarakat luas,” harapnya. (kl)
Editor : Safitri