Radar Jember - Musik patrol dari kampung Wetan Pasar Tanjung mencuri perhatian wisatawan mancanegara.
Kali ini, rombongan turis asal Spanyol datang langsung untuk menyaksikan dari dekat pertunjukan grup musik patrol The Legend Irama Kabut.
Mereka bahkan tercatat telah berkunjung hingga tiga kali.
Grup musik yang sudah eksis sejak tahun 1968 ini menampilkan musik patrol yang khas dengan irama rampak.
Dipadukan denting kentongan, serta tiupan seruling yang nyaring dan menggetarkan suasana.
Tak heran jika daya tariknya begitu kuat hingga menarik perhatian turis dari luar negeri.
“Kunjungan turis Spanyol ini sudah tiga kali, dua kali di Juni kemarin dan satu kali di Juli. Ini bukan yang terakhir. Insyaallah kunjungan turis Spanyol untuk menikmati kesenian patrol di kampung Wetan Pasar Tanjung Jember akan terus berlangsung sampai bulan November 2025,” ujar Mohammad Hairul Anam, pembina grup musik patrol The Legend Irama Kabut, kemarin (14/7/2025) kepada Jawa Pos Radar Jember.
Kehadiran para turis asing ini juga tak lepas dari peran Biro Perjalanan Warna Indonesia, yang aktif membawa wisatawan menjelajahi potensi-potensi budaya di berbagai wilayah Jember.
Kerja sama ini diharapkan mampu mengangkat kesenian lokal, seperti musik patrol, ke kancah internasional.
Menariknya, para turis Spanyol tersebut tak hanya menyaksikan, tapi juga mencoba langsung memainkan alat musik patrol.
Usai menikmati pertunjukan, mereka diajak menyusuri pasar malam di Pasar Tanjung, yang berada di jantung kota Jember.
Tak sedikit pedagang dan pengunjung pasar yang terkejut melihat para bule berbaur di pasar tradisional.
Sebagai bentuk penghormatan, pembina grup patrol memberikan cenderamata berupa umblangan seruling kepada pemandu tur asal Spanyol bernama Mario.
Grup The Legend Irama Kabut merupakan generasi ketiga dari kelompok musik patrol yang dahulu bernama Irama Kabut.
“Nama itu diambil karena saat pertama kali berdiri, grup ini memainkan musik patrol untuk membangunkan sahur, dan waktu itu sering turun kabut. Maka dinamakan Irama Kabut,” jelas Hairul Anam.
Kini, dengan penambahan kata "The Legend", grup ini membawa semangat pelestarian budaya yang lebih kuat.
Pihaknya berharap, musik patrol dapat terus menjadi identitas khas kota Jember yang dikenal tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di mata dunia.
“Pihak travel seperti Warna Indonesia juga punya peran penting dalam mengenalkan Jember di kancah dunia,” terangnya. (dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh