Mulai dari kafe-kafe modern hingga dapur rumah sederhana, kopi telah dinikmati oleh miliaran orang tiap harinya.
Namun, di balik kepopuleran kopi, ada kisah legendaris dari Ethiopia tentang penemuan kopi pertama di dunia.
- Legenda dari Pegunungan Ethiopia
Menurut cerita yang diwariskan secara turun-temurun, pada abad ke-9 di dataran tinggi Kaffa (sekarang bagian dari Ethiopia), hiduplah seorang gembala kambing bernama Khaldi.
Menurut Britannica, suatu hari, Khaldi menyadari perilaku aneh pada kambing-kambingnya.
Mereka tampak jauh lebih bersemangat, melompat-lompat, dan terjaga sepanjang malam setelah memakan buah merah cerah dari semak tertentu yang tumbuh liar di pegunungan.
Penasaran, Khaldi pun mencoba buah itu sendiri.
Segera setelah mengunyahnya, ia merasakan peningkatan energi dan kewaspadaan yang luar biasa.
Terkejut dengan efeknya, Khaldi membawa penemuan ini kepada para sufi.
Ia menjelaskan efek yang dirasakan setelah meminumnya.
- Dari Buah ke Minuman
Namun, para sufi menganggap buah itu buah setan, karena efeknya yang tidak biasa.
Buah itu dilempar ke bara api, tapi justru menimbulkan aroma wangi.
Karena penasaran, buah itu diambil lagi, kemudian direndam.
Maksudnya untuk mendinginkannya. Namun, justru air rendamannya juga menjadi wangi.
Makin penasaran, mereka mencicipi air rendaman buah itu.
Pada momen itu sikap para sufi berubah, dari menolak jadi menyukainya.
Efek meminum seduhan buah ajaib itu dinilai mampu membuat mereka terjaga lebih lama untuk berzikir atau beribadah.
Cerita ini pun mulai menyebar hingga akhirnya melintasi perbatasan Ethiopia dan masuk ke dunia Arab, di mana biji kopi mulai dibudidayakan secara serius.
Setelah populer, buah itu disebut “kaffa” sesuai nama daerah ditemukannya.
- Perjalanan ke Dunia Arab
Pada abad ke-15, kopi mulai dibudidayakan dan diproses secara sistematis di Yaman.
Di kota pelabuhan Mocha, biji kopi mulai diekspor ke seluruh dunia Arab.
Minuman ini sangat populer di kalangan sufi, yang menggunakannya untuk bertahan dalam meditasi malam. Dari sini, kopi menyebar ke Persia, Mesir, dan Kekaisaran Ottoman.
- Kopi dan Kedai Kopi di Istanbul
Kedai kopi pertama dibuka di Istanbul pada pertengahan abad ke-16 dan menjadi pusat kehidupan sosial dan intelektual.
Orang-orang berkumpul untuk berdiskusi, bermain catur, dan menikmati musik.
Karena pengaruh sosialnya yang besar, kedai kopi bahkan sempat dilarang oleh penguasa Ottoman karena dianggap sebagai tempat penyebaran gagasan yang berbahaya.
- Mendunia ke Eropa
Kopi pertama kali masuk ke Eropa melalui Venesia pada abad ke-17.
Pada awalnya, ia disambut dengan curiga dan bahkan disebut “minuman iblis”.
Namun, setelah disetujui oleh Paus Clement VIII, popularitasnya melonjak tajam.
Kedai kopi mulai bermunculan di kota-kota besar seperti London, Paris, dan Wina, menjadi tempat berkumpul para filsuf, ilmuwan, dan pebisnis.
- Ekspansi ke Dunia Baru
Tanaman kopi dibawa ke Amerika Tengah dan Selatan oleh kolonialis Eropa.
Negara seperti Brasil, Kolombia, dan Jamaika kemudian menjadi pusat produksi kopi dunia.
Pada abad ke-18 dan 19, kopi menjadi salah satu komoditas utama dalam perdagangan global, bersanding dengan gula dan teh.
Editor : Imron Hidayatullahh