Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Minat Kunjungan Peninggalan Prasejarah Kecil, HPI Jember Garap Paket Wisata Megalitikum

Radar Digital • Selasa, 12 Desember 2023 | 19:40 WIB
PENINGGALAN SEJARAH: Jawa Pos Radar Jember saat mengunjungi Situs Calok di Desa/Kecamatan Arjasa, yang banyak menyimpan batu megalitikum.
PENINGGALAN SEJARAH: Jawa Pos Radar Jember saat mengunjungi Situs Calok di Desa/Kecamatan Arjasa, yang banyak menyimpan batu megalitikum.

ARJASA, Radar Jember - Ragam kekayaan budaya Jember mencakup peninggalan masa prasejarah yang tersebar di sejumlah wilayah patut dikembangkan dalam paket perjalanan wisata. Namun, pada faktanya tingkat minat kunjungan pada situs-situs tersebut tidak terlalu banyak. Butuh trik dan sistem perjalanan pariwisata hingga perbaikan objeknya.

Situs megalitikum yang merupakan peninggalan zaman batu besar adalah salah satu peninggalan masa prasejarah yang ada di Kota Suwar-Suwir. Setidaknya tersebar di lima tempat terpisah, meliputi Kecamatan Sumberbaru, Rambipuji, Arjasa, Sukowono, hingga Mayang. Pada Minggu (10/12) lalu, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DPC Jember menggelar jelajah purba untuk menjelajahi situs-situs megalitikum di wilayah lereng selatan Pegunungan Argopuro. Sekaligus meluncurkan Jember Megalitikum Track.

Ketua HPI Jember Hesti Utami menyampaikan, perjalanan menuju satu situs ke situs yang lain bakal menjadi pengalaman mengagumkan. Sebab, juga menyusuri dan menikmati keindahan alam serta perkebunan. “Peninggalan megalitikum menjadi sangat menarik karena menjadi bukti nyata perjalanan peradaban manusia,” jelasnya.

Diakuinya, destinasi wisata budaya tersebut kurang populer di tengah masyarakat. Dijelaskan, ada banyak daya tarik tersendiri. Sebab, persebaran situs tersebut berdampingan dengan potensi wisata alam dan budaya yang cukup bagus. “Inilah yang ingin kami perkenalkan ke masyarakat luas melalui jelajah purba yang akan kami kembangkan menjadi kawasan wisata budaya terintegrasi Argopuro-Raung,” papar Hesti.

Satu di antaranya situs megalitikum di Desa Panduman dan Kamal yang bisa dijadikan satu rute Jember Megalitikum Track. Alamnya indah, air sungainya jernih, dipadukan dengan melimpahnya hasil pertanian desa. Selaras dengan keberagaman kuliner desa setempat. Semuanya bisa dikemas dalam paket wisata yang perlu berkolaborasi baik dengan masyarakat desa, pihak pemerintah, maupun komunitas pegiat wisata.  Sehingga bisa mengangkat peluang ekonomi desa. “Diharapkan desa bisa mengembangkan paket wisata, homestay, kuliner, pertunjukan kesenian, oleh-oleh, dan lainnya,” sebut Sekretaris Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Jember itu.

Minat masyarakat bisa perlahan naik dengan adanya perawatan pada situs batuan itu. Kemudian, menjadi kearifan lokal dan memiliki nilai jual. “Kami juga launching Jember Megalitikum Track agar masyarakat mudah mengekspose situs-situs sejarah. Ada batik dan transport ojek yang siap mengantarkan wisatawan menyusuri keindahan Jember, khususnya di Arjasa,” terang Hesti. (sil/c2/dwi)

Editor : Radar Digital
#megalitikum #Pra Sejarah