Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Masuk 10 Besar Festival Dalang Muda Tingkat Provinsi, Ki Wahyu Eko Septiawan Raih Kategori Sabet Terbaik

Radar Digital • Rabu, 22 November 2023 | 18:00 WIB
DINIKMATI: Dalang muda Jember menunjukan kebolehannya dalam memainkan wayang kulit.
DINIKMATI: Dalang muda Jember menunjukan kebolehannya dalam memainkan wayang kulit.

Wayang kulit menjadi salah satu warisan budaya tertua di Indonesia. Meski demikian, di era yang serba canggih ini, bisa dibilang hanya beberapa orang yang pandai menjadi dalang.

PRESTASI menjadi dalang tak semudah lomba lainnya. Perlu ada pengalaman manggung, kelenturan tangan, pun demikian dengan pembawaan kisah yang keluar dari mulut sang dalang. Nah, kali ini dalang muda Jember mampu meraih prestasi di tingkat Jatim. Masuk dalam 10 besar Festival Dalang Muda tingkat provinsi kategori sabet terbaik.

Dalang Muda Jember Ki Wahyu Eko Septiawan menyampaikan, butuh perjuangan panjang untuk bisa meraih prestasi tersebut. Bersama seniman lainnya, dia mengaku berlatih sekeras mungkin meski harus menggunakan dana pribadi. “Selama 13 tahun Jember ini tidak pernah masuk 10 besar,” katanya.

Dari prestasi tersebut, dia berharap pemkab akan memberikan perhatian lebih terhadap para seniman. Sebab, sebelumnya mereka hanya mendapatkan uang transpor saja. “Kami berharap ada support, untuk menunjang perwakilan-perwakilan selanjutnya,” imbuhnya.

Ketua Tim Dalang Muda Jember Ki Wahyu Eko Septiawan mengatakan, dalang muda di Jember memiliki pangsa pasar tersendiri dan mulai diterima oleh masyarakat luas. Namun demikian, biasanya mereka menampilkan pergelaran di wilayah selatan saja. “Dalang muda belum punya kesempatan untuk tampil di wilayah kota,” tuturnya.

Dia berharap semua lapisan masyarakat bisa menerima pergelaran wayang. Oleh sebab itu, tantangan yang harus dihadapi para dalang adalah mengolah pertunjukan, sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Materi yang dibawakan harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi, politik, pemerintahan, dan sebagainya. “Wayang itu selalu beradaptasi di mana zaman itu berada,” tegasnya.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, menurutnya, para dalang muda harus terus belajar dan memperbarui pengetahuan terkait situasi dan kondisi saat ini. Sehingga apa yang ditampilkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. “Isu-isu nasional kami harus update. Tidak harus menguasai, tapi minimal tahu,” pungkasnya. Dia berharap agar ke depan support pemerintah kepada pelaku seni bisa dilakukan pemkab Jember. (c2/nur)

Editor : Radar Digital
#Jember #dalang muda