Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Stylish Itu Gak Harus Mahal, Fashion Anak Kampus Jember

Ivona • Sabtu, 9 September 2023 | 18:50 WIB
SANTAI: Mery Gunawan, desainer asal Jember, menyatakan, setiap orang bisa bergaya asal bisa pilih.   
SANTAI: Mery Gunawan, desainer asal Jember, menyatakan, setiap orang bisa bergaya asal bisa pilih.  

TREN berbusana terus mengalami perkembangan. Beragam mode gaya berpakaian pun hadir dengan ragam karakteristik serta mengusung konsep tersendiri. Lalu, outfit mana yang jadi pilihanmu?

Tenang. Pemilihan busana seolah berkaitan erat dengan selera setiap individu. Hal itu pula yang membuat tren dan perkembangan dunia fashion terus eksis hingga kini. Desainer sekaligus pengarah busana asal Jember, Mery Gunawan, mengutarakan bahwa tren fashion ini telah mengalami perkembangan pesat.

Menurut dia, pesatnya perkembangan dunia fashion itu bukan hanya merambah kota-kota metropolis. Namun, juga di Jember. "Memang, di Jember ini tren fashion itu sudah beranjak menengah ke atas. Jadi, gaya/style sudah naik," kata Mery.

Hal itu bukan tanpa alasan. Pesatnya perkembangan dunia fashion di Jember juga tak lepas dari ragam event akbar yang kerap diselenggarakan di Jember. Sebut saja seperti Jember Fashion Carnaval (JFC). Selain itu, banyaknya sekolah modeling di Jember juga membuat perkembangan dunia fashion semakin dinamis dengan melahirkan banyak talenta muda.

Meski begitu, Mery menilai urusan gaya dan busana sudah jadi bagian dari selera setiap orang. Terlebih muda-mudi, yang senantiasa mengharap tampil maksimal setiap hari, setiap saat. Namun, tetap dengan bujet yang ramah di kantong. "Keren itu tidak harus wow banget, tergantung kita bisa milih ndak, apa dan seperti apa yang pantas," katanya.

Semisal pemilihan outfit untuk akhir pekan atau weekend, bareng keluarga, teman, ataupun orang spesial. Menurut Mery, banyak tema outfit yang bisa dipilih. "Kalau pas weekend, ya, lihat tempat dulu. Kalau cuma nongkrong, mungkin bisa kasual. Yang penting masih oke, dan menghindari kesan orang; 'Cik meksone sih' dan saya rasa itu perlu dipikir juga," kata Mery, disusul tawa.

Perempuan yang juga muslim fashion director itu juga menambahkan, menjadi modis atau stylish tidak harus mahal. Sebab, menurutnya, yang mahal dengan konsep glamornya pun sering kali belum sesuai dengan ekspektasi, alias tidak cocok.

Justru, kata dia, stylish tidak harus mahal. Namun, pintar-pintar nge-mix. "Standar modis atau stylish itu bukan branded, ya. Lebih ke bagaimana nge-mix-nya saja, dan tidak memaksakan," imbuh Mery.

Weni Catur, salah satu mahasiswi FISIP Universitas Jember, juga sepakat bahwa stylish tidak harus mahal. "Kalau acara formal dan kuliah, tentunya harus sopan. Jadi, memilih pakaian yang sopan, tapi tetap stylish," katanya.

Selebihnya, dia juga suka mengenakan outfit kemeja, dipadukan dengan celana jins. Meski kurang feminin, Weni sepertinya enjoy dengan yang ia kenakan. "Pakai kemeja dan jins karena lebih simpel," pungkas dia. (mau/c2/nur)

Editor : Ivona
#Jember #fashion #busana