BACA JUGA : Pentingnya Inovasi Teknologi dalam Pengembangan Layanan di Jember
Serangkaian musik, tarian khas Jember, dan puisi itu pun membawa penonton hanyut dalam rindu akan kampung halaman, Jember. Sebab, rata-rata penonton yang hadir dalam pertunjukan itu warga Jember yang sedang merantau di ibu kota atau sekitarnya.
Puisi karya Ning EH Gazalie dibawakan dengan penuh emosi oleh penyair BBA atau Bagus Barlean Aji. Sementara, tarian Jalur Rempah yang berasal dari lagu Linkrafin dengan judul yang sama, mempunyai adegan unik. Di mana ada pembagian oleh-oleh kudapan khas Jember, seperti suwar-suwir, madu mongso, dan lainnya.
Bupati Jember Hendy Siswanto yang berhalangan hadir diwakili Asiten Administrasi Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jember Widodo Julianto. Dirinya menyampaikan salam kepada para penonton yang sejak awal sampai akhir tak berhenti bersorak.
Di sisi lain, Yudho Andriansyah, founder Linkrafin, tak menyangka mendapat sambutan luar biasa dari penonton yang datang. Bahkan, H-1 tiket pun sudah sold out. "H-1 saya diberi tahu kalau tiket sudah full seat. Respons penonton yang luar biasa ini jadi pemicu kami untuk terus berkarya," katanya.
Pertunjukan Linkrafin itu adalah pra-perform sebelum terbang ke Korea Selatan untuk tampil dalam World Cultural Industry Forum di Daegu, 14 Juni mendatang. Tayangan video ucapan selamat dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno ikut mendorong semangat para member Linkrafin yang tampil memukau. (c2/bud) Editor : Safitri