Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Beragam Pilihan Dupa

Safitri • Rabu, 18 Januari 2023 | 16:43 WIB
KHAS: Salah satu jenis dupa yang berada di toko Kelenteng Pay Lien San.
KHAS: Salah satu jenis dupa yang berada di toko Kelenteng Pay Lien San.
GLAGAHWERO, Radar Jember - Perayaan Tahun Baru Imlek jatuh pada hari Minggu, 22 Januari 2023. Sejumlah persiapan pun sudah mulai dilakukan, seperti di Kelenteng Pay Lien San. Meski lokasinya ada di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, namun nuansa Imlek mulai terasa di tempat itu.

BACA JUGA : Kiai Fahim Ditahan, Korbannya Masih Rahasia

Penjaga Kelenteng Pay Lien San, Liong, mengatakan, sebelum perayaan Imlek, biasanya dilakukan pembersihan area kelenteng. “Kemarin kami sudah melakukan pembersihan untuk menyambut Imlek besok,” jelasnya.

Tidak hanya menjaga kelenteng, Liong juga menjual berbagai pernak-pernik Imlek seperti dupa dan lilin. Tampak di dalam toko tersebut berjajar berbagai macam dupa.

Harga yang ditawarkan juga beragam. Mulai dari yang paling murang Rp 10 ribu sampai yang paling mahal berkisar Rp 100 ribu. “Macam-macam harganya di sini, berdasarkan merek dan isi dari dupanya,” jelasnya.

Masing-masing dupa memiliki wangi yang berbeda. Dupa yang harganya mahal biasanya wanginya lebih enak dirasakan. Selain perbedaan dari wanginya, durasi pembakaran dupa juga beragam. “Ada yang durasinya lama, ada juga yang cepat, jadi macam-macam,” ucapnya.

Selain aroma, durasi pemakaiannya juga berbeda. Karenanya, ukuran dan bentuk dupa berbeda-beda. Ada yang berbentuk lidi dengan ukuran panjang kurang lebih 60 sentimeter. Ada pula juga ukuran sedang, dan ada dupa dengan ukuran pendek. Selain bentuk umumnya seperti lidi, terdapat pula dupa dengan bentuk melingkar.

Sejauh ini pilihan favorit pembelian dupa, menurutnya, karena fungsinya sama, maka biasanya tergantung selera dan kebutuhan. “Kalau membutuhkan banyak, biasanya membeli yang harganya Rp 100 ribu, karena isinya juga banyak,” terang Liong.

Dia menjelaskan, biasanya umat ketika beribadah di Kelenteng Pay Lien San selalu membeli dupa di toko itu. “Jadi, mereka tidak perlu membawa dari rumah, sudah disediakan di kami,” pungkasnya. (cad/c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Headline #IMLEK