Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Asri Sundari, Dosen yang Mendirikan Sanggar Mustika Budaya

Safitri • Jumat, 4 November 2022 | 17:21 WIB
MAIN GAMELAN: Asri Sundari sedang memainkan gamelan di Sanggar Mustika Budaya.
MAIN GAMELAN: Asri Sundari sedang memainkan gamelan di Sanggar Mustika Budaya.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Lantunan alat musik tradisional gamelan begitu menenangkan hati. Suaranya khas dan ada sejak zaman dahulu. Alat itu pun dimainkan Asri Sundari di Sanggar Mustika Budaya, Perumahan Muktisari, Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates.

BACA JUGA : Gubernur Lukas Enembe Siap Terima Tim Penyidik KPK

Gamelan yang merupakan warisan budaya dunia dari Indonesia itu menurutnya harus dilestarikan. Sebagai seorang dosen di Universitas Jember (Unej), perempuan yang juga budayawan itu mengaku mendirikan Sanggar Mustika Budaya untuk melestarikan kesenian tradisional tersebut. Dia pun kerap bermain dan mengajak anak-anak muda untuk bermain bersama.

Di ruang sanggar milik Asri, terlihat berbagai alat musik gamelan. Mulai dari gamelan slendro, pelog, kenong, gong, hingga wayang kulit lengkap. Asri mengaku dirinya membeli peralatan yang terbuat dari perunggu itu secara bertahap, yang menghabiskan uang hingga miliaran rupiah.

Bukti kecintaannya terhadap karawitan hingga dirinya sering kali mendapat penghargaan dan bintang emas sebagai pemberdaya budaya tingkat internasional. Selain itu, dirinya mengharapkan seni budaya karawitan terus dilestarikan, terutama oleh generasi penerus bangsa.

Asri mengaku, seseorang yang benar-benar memiliki ketertarikan terhadap seni gamelan itu sangat jarang. Ada beberapa anak di Kecamatan Gumukmas yang menjadi dalang cilik. “Namun untuk lainnya sangat minim,” ujarnya.

Upayanya dalam melestarikan budaya gamelan itu patut untuk diacungi jempol. Dirinya tak segan untuk mengajak siapa pun belajar seni, asalkan dia mau dan memiliki ketertarikan pada seni budaya. “Siapa pun yang mau saya ajak, Mbak, bahkan ada pemulung saya ajak dan saya beri upah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dirinya juga merasa kasihan dengan anak zaman sekarang yang tidak mengenal seni yang sangat indah dan memiliki makna dalam itu. “Ini seni yang indah dan mengandung pendidikan. Kasihan jika mereka tak tahu bahkan meninggalkan budaya ini,” tuturnya.

Ketika pandemi sangat berdampak pada pergelaran seni, dirinya terkadang membuat acara pribadi untuk mengobati kerinduannya dalam memainkan alat musik ini. Namun, saat ini pergelaran sudah dapat dilakukan kembali, sehingga dirinya juga mulai tampil bersama dan melestarikan seni budaya.

Kegiatan lain yang telah dilakukannya dalam menanamkan jiwa seni kepada generasi muda dengan cara melatih siswa-siswa di sekolah. “Biasanya saya melatih di SMP selama dua minggu, mulai dari melatih kendang, kenong, hingga pentas seni,” katanya. Asri ingin anak-anak muda di Jember dan Indonesia tidak lupa akan kekayaan negeri yang telah menjadi warisan dunia dari Indonesia tersebut. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #gamelan