Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pawai Gunungan Buah, Tradisi Tahunan Warga Jember Rayakan Maulid

Maulana Ijal • Rabu, 26 Oktober 2022 | 01:08 WIB
KELILING KAMPUNG: Warga mengarak gunungan buah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, belum lama ini.
KELILING KAMPUNG: Warga mengarak gunungan buah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, belum lama ini.
JEMBER, RADARJEMBER.ID– Warga RW 10 Dusun Karang Anom, Desa Serut, Kecamatan Panti, Jember, memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Warga membuat gunungan buah yang diarak keliling kampung sebelum menjadi bancaan bersama di masjid dusun setempat. Agenda tahunan yang dilaksanakan Minggu (23/10) berlangsung cukup meriah.

Pada perayaan kali ini, warga menyuguhkan enam gunungan berisi hasil bumi. Ada sayuran, buah-buahan, jajanan, dan uang tunai. Selain untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad, ajang Grebeg Maulid tersebut juga menjadi sarana warga bersilaturahmi.

“Alhamdulillah gunungan buah tahun ini adalah penyelenggaraan yang kelima belas,” ujar Samsul Arifin, Ketua RW 10.

BACA JUGA: Momen Hari Besar Maulid Nabi, Harga Daging Ayam Mulai Naik

Dia menyebutkan, total ada 134 kepala keluarga yang berpartisipasi dalam Grebeg Maulid tahun ini. Mereka dibagi menjadi enam kelompok yang terdiri dari tiap RT. Masing-masing kelompok membikin gunungan buah dan melakukan pawai mengelilingi desa.

“Acara tahun ini beda dari tahun sebelumnya. Karena setiap RT mengeluarkan dua armada yang digunakan sebagai tempat gunungan buah dan sound system. Di belakangnya, menyusul kendaraan bermotor oleh warga,” jelas Selamet Sugiarto, Ketua Panitia.

Dari enam kelompok, masing-masing membawa gunungan buah yang tersusun rapi. Hasil bumi itu dirangkai dalam berbagai bentuk yang unik dengan sentuhan kreativitas. Pawai gunungan buah dimulai dari depan Masjid Baiturrahman sejak pukul 13.00 WIB, kemudian berjalan menuju ke rumah Kepala Desa Serut dan kembali lagi ke masjid yang menjadi lokasi utama.

Setelah gunungan buah tersebut diarak ke mengelilingi desa, selanjutnya disuguhkan kepada warga untuk diperebutkan bersama. Momen itu biasanya berlangsung pada malam hari setelah acara pengajian selesai.

“Memang ada sentuhan fisik saat acara berebut gunungan buah berlangsung, karena saling dorong. Namun warga tetap bergembira, karena sudah menjadi tahunan di kampung kami,” pungkas Samsul Arifin yang juga menjabat Kepala Dusun Karang Anom tersebut. (*)

Foto   : Fawaid untuk Radar Jember

Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal
#Jember #Grebeg Maulid