Pada perayaan kali ini, warga menyuguhkan enam gunungan berisi hasil bumi. Ada sayuran, buah-buahan, jajanan, dan uang tunai. Selain untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad, ajang Grebeg Maulid tersebut juga menjadi sarana warga bersilaturahmi.
“Alhamdulillah gunungan buah tahun ini adalah penyelenggaraan yang kelima belas,” ujar Samsul Arifin, Ketua RW 10.
BACA JUGA: Momen Hari Besar Maulid Nabi, Harga Daging Ayam Mulai Naik
Dia menyebutkan, total ada 134 kepala keluarga yang berpartisipasi dalam Grebeg Maulid tahun ini. Mereka dibagi menjadi enam kelompok yang terdiri dari tiap RT. Masing-masing kelompok membikin gunungan buah dan melakukan pawai mengelilingi desa.
“Acara tahun ini beda dari tahun sebelumnya. Karena setiap RT mengeluarkan dua armada yang digunakan sebagai tempat gunungan buah dan sound system. Di belakangnya, menyusul kendaraan bermotor oleh warga,” jelas Selamet Sugiarto, Ketua Panitia.
Dari enam kelompok, masing-masing membawa gunungan buah yang tersusun rapi. Hasil bumi itu dirangkai dalam berbagai bentuk yang unik dengan sentuhan kreativitas. Pawai gunungan buah dimulai dari depan Masjid Baiturrahman sejak pukul 13.00 WIB, kemudian berjalan menuju ke rumah Kepala Desa Serut dan kembali lagi ke masjid yang menjadi lokasi utama.
Setelah gunungan buah tersebut diarak ke mengelilingi desa, selanjutnya disuguhkan kepada warga untuk diperebutkan bersama. Momen itu biasanya berlangsung pada malam hari setelah acara pengajian selesai.
“Memang ada sentuhan fisik saat acara berebut gunungan buah berlangsung, karena saling dorong. Namun warga tetap bergembira, karena sudah menjadi tahunan di kampung kami,” pungkas Samsul Arifin yang juga menjabat Kepala Dusun Karang Anom tersebut. (*)
Foto : Fawaid untuk Radar Jember
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal