Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bikin Gemes dengan Gerakan Angsa Putih

Safitri • Sabtu, 24 September 2022 | 17:21 WIB
LENTUR: Naura bersama teman-temannya berlatih menari di Jalan Sumatera, Kelurahan Sumbersari.
LENTUR: Naura bersama teman-temannya berlatih menari di Jalan Sumatera, Kelurahan Sumbersari.
SUMBERSARI, Radar Jember – Jari lentik tangan Naura Aisyah Azra tampak tak berhenti saat melakukan gerakan tari angsa putih. Meski usianya baru 8 tahun, dirinya cukup lihai dalam menampilkan tari hewan.

BACA JUGA : Jadi Momen Tergelap Shakira Ketika Harus Tinggalkan Pique

Naura dan sejumlah temannya bisa dibilang rutin berlatih tari. Perkembangan teknologi yang kini serba canggih memang tak ditinggalkan. Namun, dia tak mau jadi candu. Dia lebih memilih bersosialisasi dan menari, ketimbang menghabiskan waktu dengan menonton hal-hal yang tidak bermanfaat dari gadget atau gawai.

Ibu Naura, Fitri Aniroh, menyebutkan, sedari kecil, ketika putrinya umur dua tahun, telah memiliki karakteristik tidak bisa diam. Dia lincah, lucu, dan suka menari. “Bahkan, guru TK Naura memberi predikat anak yang suka nari. Kakinya tidak bisa diam,” ujar Fitri.

Setelah masuk SD, Naura meminta kepada orang tuanya untuk didaftarkan pada sanggar tari. Hal itu membuat Naura bahagia, karena bisa berlatih. Dia semakin semangat karena bisa berlatih menari dengan belajar kepada pelatihnya.

Dikatakan, sebelum masuk sanggar tari, dia hanya melihat gerakan-gerakan menari di televisi dan di media sosial. “Senang bisa berlatih menari. Sebelumnya gerak-gerak sendiri di rumah, lihat Youtube. Kalau sekarang ada yang mengajari dan tambah senang punya banyak teman,” tutur gadis yang duduk di bangku kelas 3 SD Luqman Al Hakim, di Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, tersebut.

Sambil tersenyum, dia menceritakan momen berharga selama menekuni hobi menari. Ketika harus berlatih di depan umum. Pengalaman itu menurutnya menyenangkan. “Pernah latihan di outdoor, di Taman Botani. Di sana banyak yang menonton. Meskipun grogi, lama-lama saya senang. Yang penting menari saja,” ucap Naura.

Hal tersebut tentunya semakin membuat Naura semangat berlatih. Tarian kreasi karakter hewan, yakni tari bledug atau tari gajah, yang paling dirinya sukai selama berlatih menari. Menurutnya, tari gajah tidak terlalu sulit untuk dipraktikkan. Selain itu, gerakannya yang menyerupai perilaku gajah menambah rasa kecintaannya pada tari itu.

Kini, setelah mahir di tari bledug, Naura tidak berpuas diri begitu saja. Saat ini dirinya sedang mendalami tari angsa putih. Tari ini menurutnya cukup sulit, tetapi dia tetap semangat. Nah, saat menari dengan gerakan angsa putih, banyak orang yang gemas padanya. “Kalau bisa angsa putih, saya mau menari di depan orang tua dan keluarga,” jelasnya.

Pelatih Sanggar Tari Sembagi Arutala, Fiya Nuryawati, menyampaikan, Naura merupakan anak terkecil. Baik dari segi fisik maupun usia di sanggar tari tempatnya berlatih. Tetapi, tidak menyurutkan niatnya untuk tetap rajin berlatih menari. Naura melakukan banyak latihan dan itu tidaklah mudah.

Naura dan teman-teman lainnya juga harus melatih kelenturan anggota tubuh, seperti split, roll, kayang, dan sikap lilin. “Naura termasuk anak yang cepat belajar. Badannya juga cepat lentur, makanya dulu awal-awal latihan, kelenturan itu dia bisa cepat mengikuti,” ungkap Fiya. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #Tari