Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gambarkan Nasib Perempuan dalam Lukisan

Safitri • Kamis, 22 September 2022 | 19:41 WIB
TERUS KARYA: Lukisan terbaru Yudi Hariyanto Rantung dipajang dalam pameran lukisan di salah satu pusat perbelanjaan di Jember.
TERUS KARYA: Lukisan terbaru Yudi Hariyanto Rantung dipajang dalam pameran lukisan di salah satu pusat perbelanjaan di Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Sapuan kuas di atas kanvas putih menjadi mahakarya indah Yudi Hariyanto Rantung. Lukisan perempuan yang dipajang merupakan buah karya yang mengikuti imajinasi dan mengundang ketakjuban. Ekspresi yang dituangkan pada tiap titik dan garis lukisan menyimpan banyak makna yang tergambar di dunia nyata.

BACA JUGA : Subsidi Listrik 450 VA Akan Dihapuskan?

Yudi merupakan seniman asli Jember. Dia memilih hidup menjadi pelukis sudah puluhan tahun. Meskipun keluarganya tidak memiliki darah seni, tapi sejak kecil jiwanya sudah punya keinginan besar, sehingga bisa menyatu dengan hobinya. Ketika bertemu dengan alat gambar, tangannya dengan lihai menari, menggoreskan sketsa, membentuk warna-warni lukisan nan indah.

Pria yang pernah menghabiskan waktu belajarnya di Institut Senin Indonesia (ISI) Jogjakarta itu sangat menikmati kehidupannya menjadi pelukis. Baginya, seni adalah barang mewah yang tak ternilai harganya. Menjadi sumber inspirasi pada babak-babak kehidupan yang dijalani. Bahkan, Yudi yang bertempat tinggal di sebuah gang di Jalan Gajah Mada, Kaliwates, itu mengaku bisa hidup dan menghidupi keluarga dengan pundi-pundi rupiah dari hasil karya-karyanya.

Kesadaran seninya telah mengakar. Menurutnya, Jember dinilai sangat kurang dalam menghargai karya seni. Tidak lebih dari dua persen mereka yang menganggap hal itu cukup berharga. "Membeli barang kesenian seperti beli jajanan cilok, kurang memberi apresiasi," ungkap pria yang juga menjadi guru di SMAN 1 Arjasa itu ketika menggambarkan masyarakat Jember soal seni. Dengan menularkan skill-nya kepada anak dan murid-muridnya, dia berharap bisa membuat seni di Jember lebih bergairah.

Idolanya kepada sang ibunda membawanya melukiskan kisah-kisah perempuan di tengah kehidupan yang kurang bersahabat pada mereka. Dengan ekspresi wajah perempuan yang mengisyaratkan kesedihan, keterpurukan, hingga ketidakberuntungannya atas peristiwa yang dialami. Salah satu lukisannya bertema “Lindungi Aku” berhasil menyita perhatian Bupati Jember Hendy Siswanto untuk membeli.

Keberanian juga tertuang dalam banyak mahakaryanya. Tampak pada banyak garis yang mengesankan coretan abstrak tanpa makna menghalangi gambar. Tak jarang mengundang banyak protes dan pertanyaan publik. "Hanya orang berani yang mampu melakukan itu," lugas bapak tiga anak.

Sebagai pelukis kontemporer, Yudi mengaku mendapatkan banyak ide dengan rangkaian alur cerita dalam kontemplasi. Di rumahnya, peralatan lukis adalah barang wajib yang harus selalu ada. Dalam kurun waktu dua minggu, pria kelahiran Bandealit itu pernah melahirkan empat lukisan besar. Komposisinya serasa pas dalam nirmana yang cukup apik.

Hasil mahakaryanya bersama komunitas perupa pernah mendapatkan penghargaan dari Galeri Nasional hingga berhasil mendapatkan undangan pameran di ke Texas, Amerika. Jalan panjang untuk mengembangkan seni di Jember menjadi tantangan tersendiri bagi Yudi. Berjalan perlahan namun pasti. Dengan terus berkarya dan mengedukasi lingkungan, menurutnya bisa mewujudkan keinginan itu. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #lukisan