Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pamor Langka, Harga Bisa Sangat "Keramat"

Safitri • Rabu, 8 Juni 2022 | 16:44 WIB
WARISAN BUDAYA: Sejumlah pencinta keris memamerkan koleksi pusaka keris di Jember Art Festival (J-Art Fest) di Jalan PB Sudirman, Jember.
WARISAN BUDAYA: Sejumlah pencinta keris memamerkan koleksi pusaka keris di Jember Art Festival (J-Art Fest) di Jalan PB Sudirman, Jember.
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, hingga munculnya kerajaan Islam, eksistensi keris terus hidup dan dinamis. Bahkan Sunan Kalijaga dan Pangeran Diponegoro juga dikisahkan memiliki pusaka keris. Nah, di Jember, sejumlah komunitas pencinta keris rupanya masih menjamur.

BACA JUGA : Kesadaran Rendah, Warga Minta Pelanggar Ditilang

Mereka sempat unjuk gigi kala Jember Art Festival (J-Art Fest) di Jalan PB Sudirman, Jember, yang berakhir kemarin. Festival itu tak hanya menjadi kesempatan bagi mereka memamerkan pusaka-pusaka keris dari berbagai macam dan jenis, namun juga memberikan informasi ke pengunjung mengenai dunia keris. "Banyak sekali keris yang kami pamerkan dan ingin kami kenalkan ke masyarakat," kata Berni, salah satu peserta pameran keris, kala itu.

Sebagai salah satu pemerhati keris, pada pergelaran tersebut, dia bersama rekan-rekannya membawa kurang lebih sekitar 70 keris. Usia keris-keris itu, menurut Berni, sangat beragam. Bahkan ada keris yang telah mencapai ratusan tahun. "Kalau usia, tidak hanya puluhan tahun saja, tetapi ada yang sudah ratusan tahun. Bahkan 400 tahunan," katanya.

Mengenai harga, kata Berni, dipengaruhi berbagai faktor. Selain usia, juga faktor bahan pembuatan serta proses pembuatan yang baik. Bahkan faktor historis juga bisa jadi menentukan kualitas dan harganya. Semakin banyak faktor yang terpenuhi, keris dapat dihargai hingga puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. "Kalau keris yang bagus, tua, masih utuh, dan terdapat pamor yang langka, bisa dihargai puluhan hingga ratusan juta," kata Berni.

Selain itu, proses pembuatan dan bahan yang berbeda juga menjadi tolok ukur harga keris tersebut. Ada keris yang terbuat dari besi, titanium, baja, dan bahan dari meteorit menjadi salah satu yang terbaik untuk membuat keris. Baginya, momen dalam acara tersebut bisa menjadi kesempatan dirinya dan kawan-kawannya untuk bisa lebih mengenalkan warisan asli Indonesia berupa keris tersebut. "Kalau bukan kita yang mengenalkan budaya, siapa lagi?" serunya.

Pemerhati keris sekaligus penjamas keris asal Dusun Darungan Tegal Kalong, Desa Kemuningsari Kidul, Kecamatan Jenggawah, Suprapto alias Paysu, mengatakan, salah satu yang membuat keris diakui UNESCO sebagai salah satu warisan kebudayaan Indonesia adalah karena nilai sejarahnya.

"Mereka bisa meracik 47 jenis logam mulia yang dituangkan dalam satu pusaka keris, dengan teknologi zaman silam. Tentu bukan sembarang orang yang bisa melakukannya. Tak heran harga keris bisa tembus Rp 6 miliar per pusaka," kata Paysu.

Lebih jauh, menurut dia, pusaka keris tidak sekadar soal mitos dan klenik seperti pandangan kebanyakan orang. Namun, ada banyak nilai filosofi kehidupan yang tertuang dari setiap motif dan corak keris. Itulah mengapa keris menjadi salah satu spirit kebudayaan yang mesti dijaga. "Inilah yang membuat pencinta keris memiliki spirit tinggi untuk terus melestarikannya, dari generasi ke generasi. Mereka menaruh semangat besar agar warisan nenek moyang kita bisa eksis dan diambil keteladanannya," pungkasnya. (c2/nur) Editor : Safitri
#Jember #keris