BACA JUGA : Indonesia Melesat ke Peringkat Tiga Sea Games 2021
Selain itu, menurut Gede, pelestarian budaya dalam hal aksara Bali ini sejalan dengan Peraturan Gubernur tentang pelestarian aksara, bahasa maupun sastra Bali. Begitu juga sejalan dengan visi serta misi Kota Denpasar yakni Kota Kreatif Berbasis Budaya Menuju Denpasar Maju. “Ini bak gayung bersambut karena visi kami selaras dengan pemerintah. Momen ini kami harapkan tidak berhenti sampai tingkat Denpasar saja, tapi bisa nantinya mencakup seluruh Bali dengan agenda budaya lainnya,” imbuhnya.
Walikota Denpasar IGN Jaya Negara yang hadir dalam festifal tersebut mengatakan berterima kasih dengan Universitas Dwijendra yang secara langsung mendukung visi dari Kota Denpasar. “Ini salah satu penguatan jati diri dan pemberdayaan masyarakat berdasarkan kebudayaan Bali. Pelestariannya menyasar usia dini sangat bagus, sehingga mereka tahu akar budayanya,” katanya.
Menurut Jaya Negara, tantangan ke depan akan semakin kompleks. Pasalnya, anak-anak zaman sekarang sudah diserbu dengan digitalisasi. “Dengan adanya festival ini mereka paham akan jati diri dan warisan leluhur mereka,” tandasnya. (*)
Editor : Yerry Arintoko Aji
Foto : Agung Bayu/Bali Express
Sumber Berita : baliexpress.jawapos.com
Editor : Safitri