Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bukan Di Bali, Pengrajin Ini Asli Jember

Safitri • Jumat, 6 Agustus 2021 | 19:00 WIB
TERUS BERLATIH: Bramdani (jersey putih), pesepak bola Jember yang pernah mengikuti Garuda Select, tetap berlatih dengan ikut laga persahabatan di Lapangan Secaba, pekan kemarin. Laga ini menjadi salah satu cara mengasah talenta bolanya di tengah pandemi.
TERUS BERLATIH: Bramdani (jersey putih), pesepak bola Jember yang pernah mengikuti Garuda Select, tetap berlatih dengan ikut laga persahabatan di Lapangan Secaba, pekan kemarin. Laga ini menjadi salah satu cara mengasah talenta bolanya di tengah pandemi.
KLUNGKUNG, RADARJEMBER.ID – TANGAN Sugiono siang itu seakan menari. Membentuk garis pernak-pernik kepala barong. Pukulan palu pada alat pahat semakin membentuk gelondongan kayu menjadi sebuah kerajinan yang lebih berharga. Kesibukan seperti itu telah bertahun-tahun lamanya dia lakoni di Jember.

Menjadi perajin topeng barong di Jember bagi Sugiono bukan tanpa alasan. Dia merupakan orang yang menyukai kesenian tradisional. Melihat adanya kesenian yang tak lekang oleh zaman itu pun membuatnya terjun ke dunia kerajinan. "Awalnya, ya, tidak bisa. Tetapi, karena ada kemauan, sekarang sudah terbiasa," kata pria yang akrab dipanggil Sugi, tersebut.

Proses pembuatan topeng barong, menurutnya, membutuhkan waktu yang cukup lama. Paling sulit membentuk topeng bagian kepala lengkap dengan mulut barong, corak hidung, mata, hingga pegangannya. Salah pahat, hidung topeng barong bisa putus. Pun demikian dengan bagian lain yang membutuhkan ketelitian.

Dalam pembuatan topeng barong, suara ketukan pahatan ibaratnya detak jantung. Pukulannya kadang keras, kadang juga lembut. Itu agar hasilnya maksimal. "Kalau tidak teliti dan sabar, kayunya bisa rusak. Untuk satu topeng barong ukuran standar, minimal tiga hari baru selesai," imbuh pria dua anak yang tinggal di Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi Jember, itu.

Berkat ketekunan itulah, pembuatan topeng barong yang dilakukan bisa dibilang ciamik. Gelondongan kayu yang mungkin hanya puluhan ribu rupiah bisa menjadi barang yang lebih berharga setelah menjadi topeng barong. Pekerjaan yang membutuhkan kreativitas dan kesabaran itu pun terus dilakukannya hingga kini.

Pada awal pandemi korona, hampir semua usaha jatuh. Pembeli jarang. Termasuk produksi topeng barong yang dilakukan Sugi. Namun, meski pada awal korona sepi pesanan, Sugi tetap optimistis bahwa kesenian tradisional tak lekang oleh zaman. Dia pun tetap memproduksinya sekalipun tak ada pesanan. "Walaupun tidak ada yang pesan, saya tetap bikin," ucapnya.

Kepiawaian dalam membuat topeng barong kini dikenal cukup luas. Penjualannya bukan saja di Jember. Tetapi, konsumen dari kabupaten/kota lain juga banyak yang pesan. Termasuk pesanan dari Pulau Dewata juga banyak datang kepadanya. "Alhamdulillah, penjualan tidak seperti di awal korona. Sekarang sudah mulai ramai lagi. Kalau mau pesan, modelnya seperti apa, bisa. Saya juga sering membuat topeng kayu atau kerajinan jenis lain dari kayu," cetusnya.

Di balik era yang serba canggih ini, pria dua anak itu menyebut, penjualan kerajinan barong dan topeng masih mengandalkan kekuatan cerita dari mulut ke mulut. "Orang tahunya kebanyakan dari orang lain. Jadi, pesanan datang masih banyak seperti itu. Alhamdulillah, ada saja yang pesan," ungkapnya.

Kepala Desa Klungkung Abdul Gofur menyebut, kreativitas warga Jember di desanya terus didorong agar semakin produktif. Sambil lalu, belajar penjualan melalui media lain. "Kami terus memberi support kepada setiap usaha warga. Bagaimanapun, usaha seperti kerajinan barong perlu dikembangkan. Apalagi sudah bisa menjual ke luar kota," kata pria yang kala itu didampingi perangkat desa bidang kesejahteraan, Fillu Mahfud.

Warga di Desa Klungkung Jember, lanjut Gofur, sudah saatnya mengikuti perkembangan zaman, sehingga penawaran hasil kerajinan maupun yang lain tidak sekadar mengandalkan cerita dari mulut ke mulut. Namun, sudah dipasarkan secara daring. "Pemdes Klungkung Jember juga ikut mengenalkan kerajinan dan usaha warga. Ini demi mendongkrak perekonomian warga," jelasnya.

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Mahrus Sholih Editor : Safitri
#Jember #Headline #Kesenian #Bisnis