"Motif ini punya misi untuk memberi kontribusi ke pemerintah. Terutama mencegah penularan virus korona," ungkap Irine saat ditemui Radar Jember ID.
Ia juga mengatakan, salah satu hal yang melatarbelakangi adanya motif baru ini disebabkan rasa kegelisahannya selama pandemi. Ia turut prihatin melihat kondisi masyarakat yang masih mengabaikan peraturan pemerintah terkait penyebaran virus korona.
Meski diciptakan dalam keadaan terbatas karena pandemi, ia tidak menghilangkan gaya serta standar batik khas Jember. Dia menyelipkan gambar tembakau dan juga warna-warna terang yang menjadi kesukaan masyarakat Jember.
"Warnanya kami mengikuti style orang Jember, warna batik yang terang. Saya buat warna merah, kuning, oranye, dan hijau," katanya dengan logat Jawa yang kental.
Memperkenalkan motif tersebut, Iriane melakukan edukasi terhadap pengunjung yang datang ke galerinya yang ada di Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang. Mulai dari penjelasan makna filosofis hingga proses pembuatan yang dilakukan.
Sampai hari ini, alumni Universitas Muhammadiyah tersebut mampu membuat hingga lima puluh lembar kain batik dengan motif tersebut. (*) Editor : Radar Digital