Radar Jember – Persiapan pemulangan jemaah haji asal Jember mulai dimatangkan.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, kepulangan jemaah ke tanah air akan berlangsung secara bertahap mulai 24 hingga 27 Juni mendatang.
Sejumlah tahapan teknis dan koordinasi terus dilakukan agar proses kepulangan berjalan lancar.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember, Nur Sholeh, mengatakan secara umum kondisi jemaah asal Jember dalam keadaan baik.
Meski demikian, masih ada beberapa jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dan mendapat pendampingan dari tim medis.
Menurut dia, saat ini terdapat satu jemaah yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi. Jemaah tersebut adalah Asmani yang tergabung dalam Kloter 97.
Pihaknya berharap kondisi jemaah tersebut segera membaik sehingga dapat kembali bergabung bersama rombongan.
Selain itu, hingga saat ini tercatat empat jemaah asal Jember meninggal dunia di Tanah Suci.
Mereka adalah Hj Ngatiyah dari Kloter 91, H Supandi Arjo dari Kloter 90, H Asmar Lian dari Kloter 96, serta H Seniman Sudin yang juga berasal dari Kloter 90.
Nur Sholeh menjelaskan, secara umum para jemaah telah menyelesaikan seluruh rukun dan wajib haji.
“Secara umum jemaah sudah menuntaskan rukun dan wajib haji. Hanya saja ada beberapa yang masih menunggu kondisi benar-benar fit agar bisa didampingi melaksanakan tawaf ifadlah,” ujarnya.
Sembari menunggu jadwal kepulangan, sebagian besar jemaah memanfaatkan waktu dengan memperbanyak ibadah di Kota Makkah, salat Arbain di Madinah.
“Banyak jemaah yang melaksanakan umrah sunnah, mengikuti salat berjemaah di Masjidil Haram, serta mengisi waktu dengan berzikir dan membaca Alquran, kemudian menuju madinah untuk ziarah dan salat Arbain,” imbuhnya.
Nur Sholeh menambahkan, pihaknya terus memantau kondisi jemaah hingga menjelang kepulangan ke Indonesia.
Ia berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji asal Jember pada akhir Juni mendatang dapat berlangsung aman dan tertib.
“Proses pemulangan sudah disiapkan dengan matang, kami berharap jemaah bisa tiba di tanah air bersama koper mereka guna meminimalkan berbagai kendala saat proses pemulangan berlangsung,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh