Radar Jember – Pelaksanaan ibadah haji tahun ini dinilai lebih longgar dibanding tahun sebelumnya, khususnya terkait pemeriksaan kartu Nusuk yang menjadi salah satu akses utama mobilitas jemaah di Tanah Suci.
Jika pada musim haji lalu proses pemindaian berlangsung cukup ketat di berbagai titik, maka tahun ini mekanismenya cenderung lebih fleksibel.
Pembimbing Ibadah Haji KBIHU Al Ghazaalie, kloter 97 Jember, KH Ahmad Nasihin mengungkapkan adanya perubahan signifikan dalam pola pemeriksaan tersebut. Menurutnya, kondisi itu cukup membantu kelancaran pergerakan jemaah di lapangan.
“Alhamdulillah, pelaksanaan ibadah haji tahun ini cukup baik, dan mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik lagi, terutama terkait dengan syarikat yang tahun ini menggunakan dua syarikat,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan dua syarikah dalam pelayanan jemaah tahun ini merupakan hasil evaluasi dari tahun lalu, dimana pelaksanaan haji 2025 menggunakan 8 syarikah.
Harapannya, sistem tersebut dapat semakin menyederhanakan layanan dan tidak membingungkan jemaah di lapangan.
Terkait pemeriksaan kartu Nusuk, ia menjelaskan bahwa tahun ini proses pemindaian tidak seketat tahun sebelumnya. Pemeriksaan hanya terjadi pada momen tertentu, terutama saat perpindahan besar jemaah menuju Arafah.
“Masalah scan kartu Nusuk yang kami alami hanya ada dua kali pada saat keberangkatan ke Arafah, yaitu di pintu depan, kemudian pindah ke pintu tengah bus. Jadi yang duduk di pintu depan dan dekat pintu bus itu kartu Nusuknya diperiksa,” jelasnya.
Di luar momen tersebut, seluruh rangkaian pergerakan jemaah relatif berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kondisi ini membuat jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah tanpa tekanan administratif yang berlebihan.
“Selebihnya, Alhamdulillah semuanya lancar. Mudah-mudahan ke depan pelaksanaan ibadah haji lebih baik dan lebih sempurna,” tambahnya.
Ia juga berharap evaluasi menyeluruh dapat dilakukan agar pelayanan haji semakin meningkat, sehingga jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan lebih khusyuk dan kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh