Radar Jember – Perubahan kebijakan penyelenggaraan haji tahun ini mendapat respons positif dari sejumlah penyelenggara bimbingan ibadah haji.
Salah satunya terkait pengurangan jumlah syarikah yang sebelumnya delapan menjadi dua, kebijakan tersebut dinilai membuat proses pelayanan jemaah lebih mudah dan terkoordinasi.
Ketua KBIHU Assunniyah Kencong Ahmad Ghonim Jauhari mengatakan, penyederhanaan jumlah syarikah membawa dampak signifikan terhadap pelaksanaan ibadah haji di lapangan.
Terutama bagi petugas yang bertanggung jawab mendampingi jemaah selama berada di Tanah Suci.
Menurutnya, pada musim haji sebelumnya, banyak petugas menghadapi kendala karena jemaah tersebar di berbagai syarikah.
Kondisi itu membuat koordinasi menjadi lebih rumit, terutama ketika harus memberikan pendampingan, informasi, maupun bantuan kepada jemaah yang membutuhkan.
Akibat penyebaran tersebut, petugas sering kali harus berpindah lokasi untuk memastikan seluruh jemaah yang menjadi tanggung jawabnya tetap terlayani dengan baik.
Situasi itu tidak jarang menyita waktu dan tenaga, terlebih saat agenda ibadah berlangsung padat.
Tahun ini kondisi tersebut dinilai jauh lebih baik. Dengan hanya dua syarikah yang menangani jemaah, penempatan dan pengelompokan peserta haji menjadi lebih terpusat.
“Hal itu memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan serta memberikan pelayanan secara lebih efektif,”
Selain berdampak pada petugas, kebijakan tersebut juga dinilai memberi kenyamanan bagi jemaah.
Mereka lebih mudah berkomunikasi dengan rombongan maupun pembimbing karena lokasi penempatan tidak terlalu berjauhan seperti sebelumnya.
Gus Ghonim sapaan akrabnya, menilai langkah penyederhanaan syarikah dapat menjadi evaluasi positif dalam upaya meningkatkan kualitas layanan haji Indonesia.
Menurutnya, sistem yang lebih sederhana cenderung memudahkan koordinasi antara berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji.
“Dengan mengubah kebijakan dari delapan syarikah menjadi dua syarikah tentu sangat membantu, terutama bagi petugas haji. Jemaah tidak berpencar seperti tahun lalu sehingga koordinasi dan pelayanan menjadi lebih mudah dilakukan,” ujarnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh