Radar Jember – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Jember bernama Supandi dilaporkan meninggal dunia setelah melaksanakan tawaf ifadah di kawasan Masjidil Haram.
Dengan meninggalnya jemaah yang tergabung dalam Kloter 90 itu, untuk sementara ini total dua jemaah haji Jember meninggal dunia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember, Nur Sholeh, mengatakan bahwa almarhum sempat menuntaskan rangkaian ibadah tersebut sebelum petugas menerima kabar wafatnya seusai salat Subuh.
Seluruh proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. “Setelah selesai tawaf ifadah dan salat Subuh, kami mendapat informasi bahwa beliau meninggal dunia di sekitar Masjidil Haram,” ujarnya.
Berdasarkan laporan yang diterima petugas, almarhum diduga mengalami kelelahan setelah menjalani rangkaian ibadah haji yang cukup padat. Kondisi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jemaah untuk menjaga stamina selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dengan wafatnya Supandi, jumlah jemaah haji asal Jember yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini menjadi dua orang.
Sebelumnya, seorang jemaah bernama Ngatiyah juga dilaporkan wafat saat menjalani sai pada pelaksanaan umrah wajib.
“Total ada dua jemaah haji asal Jember wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan haji tahun ini,” tutur Nur Sholeh.
Baca Juga: Dua Jamaah Haji Asal Lumajang Meninggal Dunia, Diduga Karena Faktor Penyakit
Sementara itu, pelaksanaan tawaf ifadah bagi jemaah haji asal Jember masih berlangsung secara bertahap.
Meski mayoritas jemaah telah menuntaskan salah satu rukun haji tersebut, sejumlah jemaah lanjut usia (lansia) dan kategori risiko tinggi (risti) masih menunggu kondisi fisik yang lebih memungkinkan sebelum menuju Masjidil Haram.
Nur Sholeh menjelaskan, penundaan dilakukan demi menjaga kesehatan jemaah setelah melewati rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Terlebih, kondisi cuaca serta padatnya aktivitas ibadah masih menjadi tantangan tersendiri bagi kelompok lansia dan risti.
Untuk membantu mereka menyelesaikan tawaf ifadah, petugas haji menyiapkan pendampingan khusus. Selain itu, layanan kursi roda maupun kendaraan yang disediakan otoritas setempat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
“Layanan tersebut diharapkan dapat membantu jemaah lansia dan risti menuntaskan rangkaian ibadah dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh