Radar Jember – Langkah jamaah haji yang terus berulang antara Bukit Shofa dan Marwah bukan sekadar bagian dari rangkaian ibadah.
Di balik ritual sai itu tersimpan pesan mendalam tentang perjuangan manusia dalam menjalani kehidupan.
Hal tersebut disampaikan Rektor UIN KHAS Jember Prof Hepni saat mengulas makna spiritual dalam ibadah haji.
Menurutnya, perjalanan bolak-balik yang dilakukan jamaah menggambarkan usaha manusia dalam mencari kebaikan, rezeki, serta rida Allah.
Baca Juga: Rektor UIN KHAS Jember: Mari Berkurban Sebelum Jadi Korban Kebakhilan
“Tidak ada keberhasilan yang diperoleh secara instan. Semua membutuhkan proses panjang yang dijalani dengan kesungguhan dan keteguhan hati,” jelasnya.
Prof Hepni menjelaskan, ritual sai tidak dapat dipisahkan dari kisah perjuangan Siti Hajar saat mencari air untuk Nabi Ismail di tengah padang pasir yang tandus.
Dalam kondisi penuh keterbatasan, Siti Hajar tetap berikhtiar tanpa menyerah pada keadaan.
Dari perjuangan itulah kemudian muncul mukjizat air zamzam yang hingga kini terus mengalir dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat di Makkah.
Baca Juga: UIN KHAS Jember Siapkan Beasiswa Khusus untuk Skuad Persid
Kisah tersebut, kata dia, menjadi simbol bahwa pertolongan Allah hadir setelah adanya usaha dan kesabaran.
Ia menilai makna itu masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Banyak orang ingin memperoleh hasil cepat tanpa menghargai proses yang harus dilewati.
Padahal setiap keberhasilan membutuhkan kerja keras, konsistensi, dan ketekunan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Sai juga mengajarkan pentingnya tetap bergerak dan tidak mudah putus asa ketika menghadapi kesulitan hidup.
Selain memiliki makna spiritual, air zam-zam juga disebut membawa pesan sosial yang kuat.
Baca Juga: Lebih Dekat dengan Warga Karangmluwo, DWP UIN KHAS Jember Sambut Idul Adha
Air yang terus mengalir dan memberi manfaat bagi banyak orang itu mencerminkan pentingnya kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan bermasyarakat. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh