Radar Jember – Suasana wukuf jemaah haji tahun ini terasa berbeda dibanding musim sebelumnya.
Selain menempati tenda baru di Padang Arafah, KBIHU dan jemaah juga harus menyesuaikan diri dengan aturan larangan memasang atribut di area tenda selama pelaksanaan puncak ibadah haji.
jemaah Kloter 91 Jember yang tiba di Arafah pada Senin malam (25/5) tetap menjalani rangkaian ibadah dengan khusyuk.
Perjalanan dari Makkah menuju Arafah berlangsung lancar meski sempat terjadi beberapa perubahan jadwal keberangkatan.
Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Hilang, Kemenhaj Bentuk Tim Lakukan Pencarian
Ketua rombongan, Ahmad Ghonim Jauhari, mengatakan rombongan mulai bergerak sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Seluruh jemaah dipastikan dalam kondisi aman setibanya di lokasi wukuf.
“Alhamdulillah perjalanan lancar. Ada sedikit perubahan jadwal, tetapi semua jemaah bisa mengikuti dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cuaca di Arafah cukup terik dengan suhu berkisar 40 hingga 41 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuat jemaah diminta lebih banyak beristirahat di dalam tenda dan menjaga asupan cairan agar tidak mengalami kelelahan selama menjalani ibadah.
Menurut Gus Ghonim, perbedaan paling terasa tahun ini berada pada fasilitas tenda yang ditempati jemaah.
“Tenda ini sebelumnya digunakan jemaah asal Malaysia dan dinilai lebih tertata dibanding musim haji sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu, kini diterapkan aturan lebih ketat terkait penggunaan atribut kelompok.
Jemaah dilarang memasang berbagai penanda maupun atribut organisasi di area tenda demi menjaga ketertiban dan memudahkan pengawasan petugas.
Meski harus beradaptasi dengan aturan baru, suasana wukuf tetap berjalan khidmat.
Jemaah tampak memanfaatkan momentum di Padang Arafah dengan memperbanyak doa, dzikir, dan ibadah selama menjalani salah satu rukun haji tersebut. (dhi/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh