JAKARTA, Radar Jember - Haji Furoda selama ini dikenal sebagai jalur cepat menuju Tanah Suci tanpa antre.
Dengan biaya mencapai ratusan juta rupiah, jamaah bisa berangkat pada tahun yang sama tanpa harus menunggu bertahun-tahun seperti pada haji reguler.
Program ini menggunakan visa Mujamalah yang berasal langsung dari Pemerintah Arab Saudi.
Berbeda dengan haji reguler dan khusus yang diatur kuota negara, Furoda sepenuhnya bergantung pada kebijakan Saudi.
Di Indonesia, jalur haji terdiri dari tiga jenis, yakni reguler, khusus atau plus, dan Furoda.
Ketiganya memiliki mekanisme berbeda, baik dari segi biaya, fasilitas, maupun waktu tunggu keberangkatan.
Namun, tahun ini menjadi berbeda. Pemerintah Arab Saudi dilaporkan tidak menerbitkan visa haji Furoda.
Kondisi ini otomatis menutup sementara jalur cepat yang selama ini diminati sebagian masyarakat.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa pihak Indonesia tidak bisa memastikan ketersediaan visa tersebut.
Visa mujamalah itu merupakan kewenangan Arab Saudi, ada atau tidaknya yang bisa menjawab adalah pihak Saudi Arabia.
Di tengah situasi ini, risiko penipuan menjadi semakin tinggi.
Tawaran haji Furoda dengan iming-iming berangkat cepat patut dicurigai jika tidak disertai kejelasan visa resmi dari otoritas Saudi.
Calon jamaah diimbau untuk tidak tergiur meski memiliki kemampuan finansial.
Pastikan memilih jalur resmi yang terjamin keamanannya, agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan tenang tanpa dihantui risiko gagal berangkat.
Editor : Faqih Humaini