Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Suhu Tembus 45 Derajat! Jemaah Haji Jember Wajib Waspada Bahaya Heat Stroke, dr. Tontowi Bagikan Tips Ampuh Bertahan!

Redaksi Radar Jember • Selasa, 5 Mei 2026 | 09:00 WIB
BAHAGIA : Jemaah haji asal Jember sehari setelah melaksanakan ibadah di Armuzna sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji tahun lalu. (ZAINAL ABIDIN)
BAHAGIA : Jemaah haji asal Jember sehari setelah melaksanakan ibadah di Armuzna sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji tahun lalu. (ZAINAL ABIDIN)

Radar Jember -  Calon jamaah haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun 2026 diimbau untuk mempersiapkan kondisi fisik secara optimal.

Sebab, suhu udara di Makkah dan Madinah saat ini terpantau cukup ekstrem dan berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Berdasarkan data cuaca terkini, suhu di Makkah berada di kisaran sekitar 35°C dengan kondisi cerah dan indeks UV tinggi.

Baca Juga: Waspada Macet Parah! 5 Kloter Haji Jember Berangkat Bareng 15 Mei, Simak Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sini!

Bahkan, selama musim haji 2026, suhu siang hari diperkirakan dapat mencapai 38–45°C. Sementara itu di Madinah, suhu hari ini dilaporkan mencapai sekitar 36 derajat Celsius dengan kelembapan rendah.

Kondisi ini menunjukkan bahwa jamaah akan menghadapi cuaca panas kering khas awal musim panas di Arab Saudi.

Kabid Pelayanan Medis RS Bina Sehat Jember, dr. Tontowi Jauhari, MMRS, yang saat ini bertugas sebagai Petugas Pendamping Ibadah Haji (PPIH) bidang kesehatan di Daerah Kerja Makkah, menegaskan bahwa cuaca panas menjadi tantangan utama bagi jamaah.

“Perbedaan suhu yang cukup ekstrem dibandingkan di Indonesia membuat jamaah rentan mengalami dehidrasi, kelelahan akibat panas, bahkan heat stroke jika tidak diantisipasi dengan baik,” ujarnya.

Ia membagikan sejumlah tips penting agar jamaah tetap sehat selama menjalankan ibadah haji.

Baca Juga: Bareskrim Polri Bongkar Dugaan Haji Ilegal, 8 Calon Jamaah Digagalkan Berangkat via Modus Visa Kerja

Pertama, menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih secara rutin, sedikit-sedikit tapi sering, bahkan sebelum merasa haus. Dalam kondisi panas kering, tubuh kehilangan cairan lebih cepat.

Kedua, menggunakan alat pelindung diri seperti masker, payung, topi, atau kacamata hitam untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Penggunaan alas kaki juga harus tetap diperhatikan, yakni tidak menitipkan alas kaki kepada jamaah lain sewaktu masuk ke Masjidil Haram/ Nabawi, dan harus memakai alas kaki saat berada di luar area masjid meskipun di pelataran.

Ketiga, mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar, serta bahan yang tidak berat agar tubuh tetap fit saat beraktivitas di luar ruangan.

Keempat, mengatur aktivitas fisik. Jamaah disarankan menghindari aktivitas berat, tidak memaksakan diri untuk melakukan ibadah sunnah, dan istirahat yang cukup.

Kelima, menjaga kebutuhan nutrisi dengan memastikan asupan makanan yang cukup, mengkonsumsi jatah makan sesuai waktu yang ditentukan, dan minum obat teratur untuk jamaah yang mendapat pengobatan guna menjaga kesehatan tubuh tetap optimal.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji 2026, Tarif Jasa Pendorong Kursi Roda di Masjidil Haram Melonjak hingga 600 Riyal

Selain itu, dr. Tontowi juga mengingatkan jamaah agar tidak ragu melapor kepada petugas kesehatan apabila merasakan gejala seperti pusing, lemas, mual, tidak nafsu makan, demam, batuk, dan gejala kesehatan lainnya.

“Deteksi dini sangat penting. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tegasnya. 

Dengan persiapan yang matang dan kesadaran menjaga kesehatan, diharapkan seluruh jamaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar meski di tengah cuaca ekstrem. (kr/dwi)

 

 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #Jemaah Haji #RS Bina Sehat #Haji #arab saudi