Radar Jember - Zakat fitrah tidak sekadar kewajiban yang ditunaikan menjelang Hari Raya Idulfitri.
Ibadah tersebut memiliki sejumlah keutamaan, mulai dari menyucikan diri setelah menjalani puasa Ramadan hingga menjadi sarana berbagi kebahagiaan kepada yang membutuhkan.
Direktur Lembaga Amil Zakat Mambaul Aziz (Lazma), Ernanto Darmawan, menjelaskan zakat fitrah menjadi penyempurna ibadah puasa yang dijalani umat Islam selama sebulan penuh.
Melalui zakat tersebut, diharapkan kekurangan yang mungkin terjadi selama menjalankan ibadah puasa dapat tertutupi.
Menurutnya, zakat fitrah juga memiliki makna penyucian diri. Selain menahan lapar dan dahaga, puasa Ramadan tidak selalu lepas dari kekhilafan, baik dalam ucapan maupun perbuatan.
Zakat fitrah menjadi salah satu cara untuk membersihkan diri dari hal-hal tersebut.
“Zakat fitrah menjadi bentuk penyucian bagi orang yang berpuasa. Di sisi lain, zakat juga memberikan manfaat langsung kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Ernanto.
Ia menambahkan, zakat fitrah juga membawa dimensi sosial yang kuat. Dengan zakat yang disalurkan kepada para mustahik, masyarakat yang kurang mampu dapat turut merasakan kebahagiaan saat merayakan Idul Fitri.
Sementara itu, Kepala Penyelenggaraan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Jember, Dr Abdul Basid, menyebut zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang mampu, baik untuk dirinya sendiri maupun anggota keluarga yang menjadi tanggungannya.
Menurut Basid, zakat fitrah tidak hanya memiliki nilai ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Distribusi zakat yang tepat sasaran dapat membantu meringankan beban masyarakat yang kurang mampu menjelang hari raya.
“Ketika zakat fitrah disalurkan dengan baik, maka tujuan utamanya tercapai, yakni membantu sesama sekaligus mempererat kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri, sehingga zakat tersebut dapat segera didistribusikan dan manfaatnya dirasakan oleh para penerima. (dhi)
Editor : Imron Hidayatullahh