Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Menggabungkan Niat Puasa Arafah dan Qadha Ramadhan, Begini Caranya!

Redaksi Radar Jember • Jumat, 6 Juni 2025 | 01:50 WIB
Ilustrasi berdoa  (Sumber foto: Pexels.com)
Ilustrasi berdoa (Sumber foto: Pexels.com)

Radar Jember - Dalam kalender ibadah umat Islam, puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah, Hari Arafah, ini disebut-sebut mampu menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Namun, bagaimana jika seorang Muslim masih memiliki utang puasa Ramadhan? Apakah bisa menggabungkan niat puasa Arafah dengan puasa qadha Ramadhan? Jawabannya adalah bisa, dengan syarat dan tata cara yang sesuai.

Menurut penjelasan para ulama dari Mazhab Syafi'i, seorang Muslim boleh menggabungkan dua niat sekaligus, niat puasa wajib qadha Ramadhan dan niat puasa sunnah Arafah, dalam satu puasa.

Hal ini disebut dengan istilah ta’addud an-niyyah, yaitu satu amal yang mencakup beberapa niat ibadah.

Syarat utamanya adalah niat qadha harus diutamakan, karena sifatnya wajib, sementara keutamaan puasa Arafah tetap bisa diperoleh berkat waktunya yang bersamaan.

Untuk menggabungkan niat tersebut, seseorang cukup membaca niat qadha Ramadhan sebelum fajar, sebagaimana disyaratkan dalam puasa wajib.

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadha’i fardhi syahri Ramadhana lillahi ta‘ala.

Artinya: "Aku berniat puasa esok hari untuk mengganti kewajiban bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Meski tidak secara eksplisit menyebut puasa Arafah dalam niatnya, karena niat qadha sudah mencakup keharusan, maka keutamaan sunnah puasa Arafah tetap mengikut.

Hal ini dikuatkan oleh pandangan ulama Syafi’iyyah dan pendapat sejumlah tokoh seperti KH. Miftahul Huda dari MUI, yang menyatakan bahwa keutamaan tetap berlaku jika puasa sunnah bertepatan waktunya dengan puasa wajib yang dikerjakan.

Namun, perlu dicatat bahwa jika seseorang hanya berniat puasa Arafah dan lupa berniat qadha sebelum fajar, maka puasanya tidak sah untuk mengganti puasa Ramadhan.

Maka dari itu, niat qadha harus didahulukan dan diperjelas dalam hati sejak malam hari.


Penulis: Zahra Fadia Siti Haliza

Editor : M. Ainul Budi
#Qadha Ramadhan #Niat Puasa Arafah