Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Mengenal Apa Itu Galungan dan Kuningan 2025: Makna, Tradisi, dan Perbedaannya dalam Kehidupan Umat Hindu

M. Ainul Budi • Kamis, 24 April 2025 | 02:29 WIB
Mengenal Apa Itu Galungan dan Kuningan 2025: Makna, Tradisi, dan Perbedaannya dalam Kehidupan Umat Hindu
Mengenal Apa Itu Galungan dan Kuningan 2025: Makna, Tradisi, dan Perbedaannya dalam Kehidupan Umat Hindu

Mengenal Apa Itu Galungan dan Kuningan 2025: Makna, Tradisi, dan Perbedaannya dalam Kehidupan Umat Hindu

Radar Jember- Pada tahun 2025, umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali, akan merayakan Hari Raya Galungan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 23 April dan 19 November. Sepuluh hari setelah masing-masing perayaan Galungan, umat Hindu akan memperingati Hari Raya Kuningan, yang jatuh pada tanggal 3 Mei dan 29 November 2025. 

Makna dan Asal Usul Galungan

Kata "Galungan" berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti "menang" atau "kemenangan". Dalam konteks keagamaan Hindu, Galungan melambangkan kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan). Perayaan ini mengingatkan umat Hindu untuk selalu menjaga dan memperkuat nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. 

Rangkaian Kegiatan Galungan

Perayaan Galungan tidak hanya berlangsung pada hari puncaknya saja, tetapi juga melibatkan serangkaian upacara dan kegiatan yang dimulai beberapa hari sebelumnya:

Perbedaan antara Galungan dan Kuningan

Meskipun Galungan dan Kuningan merupakan rangkaian perayaan yang berdekatan, keduanya memiliki makna dan tujuan yang berbeda:

Simbol dan Tradisi dalam Perayaan

Salah satu simbol khas dalam perayaan Galungan adalah penjor, yaitu bambu panjang yang dihiasi dengan janur (daun kelapa muda), kain, dan hasil bumi seperti pisang dan padi. Penjor dipasang di depan rumah sebagai simbol rasa syukur dan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi. 

Selain itu, umat Hindu juga membuat berbagai jenis sesajen dan hidangan khas, seperti lawar dan sate, yang disajikan sebagai persembahan kepada para dewa dan leluhur.

Editor : M. Ainul Budi
#Apa Itu Galungan #umat hindu #kuningan