MADINAH,RADARJEMBER.ID - Jemaah haji Jember terus mengejar salat Arbain. Yakni salat fardu 40 waktu di Masjid Nabawi. Secara konsisten, jemaah tak mau tertinggal barang sewaktu pun melaksanakan salat fardu berjemaah di tanah suci kedua umat Islam tersebut.
Honest Dody Molasy, jemaah kloter 68, menuturkan, seusai salat Magrib di Masjid Nabawi selalu diisi dengan pengajian. Pembicaranya ialah para syekh pengajar di Universitas Madinah. Setiap hari mengangkat topik yang berbeda-beda. "Pengajian dilakukan oleh Syekh Ariful Bahri di dekat pintu 19 Masjid Nabawi (21/7)," terang Ketua ISNU Jember itu.
Topik yang diangkat pada saat itu, kata dia, mengenai batasan Masjidilharam dan tanah haram di Madinah. Yang menarik, tahun ini kajian yang diberikan dalam bahasa Indonesia. Sehingga sangat dimengerti oleh jemaah Jember. "Selalu dipenuhi oleh para jemaah Indonesia," ucap Dody.
Sementara itu, Siti Raudhotul Jannah, jemaah kloter 69, mengungkapkan kebahagiaannya bisa melaksanakan salat Magrib perdananya di Masjid Nabawi pada Jumat (21/7) lalu. Apalagi keberuntungannya bisa mengerjakan salat di dalamnya, bukan di bawah tenda atau di luar lokasi masjid. Jemaah yang datang dari berbagai belahan dunia untuk salat tumpah ruah.
Sabtu pagi (22/7), dia bersama rombongan kloternya mengunjungi kebun kurma yang tak jauh dari pusat kota. Digambarkan, sebelum menyaksikan pohon-pohon kurma yang menjulang, jemaah disuguhi pemandangan deretan pajangan kurma. "Kami disuruh masuk ke hall tempat aneka kurma dipajang," sebutnya.
Setelah berjalan, barulah menemui pintu masuk menuju kebun kurma. Kebetulan, pohon sedang berbuah lebat. Jemaah bisa menyaksikan rimbunnya buah kurma yang menggantung di pohonnya langsung. Di bawahnya, deretan pedagang berbagai jenis kurma tampak berjualan.
Wakil Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember itu menambahkan, perjalanan juga dilanjutkan ke Masjid Quba. Masjid pertama yang dibangun Nabi Muhammad. "Masjid ini relatif kecil, sementara jumlah pengunjungnya dari seluruh dunia," ucap Jannah. (sil/c2/bud)
Editor : Alvioniza