Laporan: Gus Ahmad Ghonim Jauhari, Ketua Kloter 67
MAKKAH, RADARJEMBER.ID- Kali ketiga, kabar duka datang dari jemaah haji asal Jember. Sukarman, 78, jemaah kloter 67 asal Desa Mojomulyo, Kecamatan Puger, dikabarkan meninggal pada pukul 03.00 waktu setempat, kemarin (5/7).
Ketua kloter 67, Gus Ahmad Ghonim Jauhari, menyampaikan, kabar meninggalnya Sukarman baru didapatkan pada dini hari.
Namun, diperkirakan waktu meninggalnya pada malam harinya. "Infonya jam tiga dini hari baru kita peroleh," bebernya.
Dijelaskan bahwa Sukarman sudah sakit selama dua hari di hotel. Kemudian, dibawa ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan dirujuk kembali ke Rumah Sakit An-Nur.
Di RS itulah, kata dia, Sukarman mengembuskan napas terakhir di samping putranya yang juga berhaji.
Sampai berita ini ditulis, belum ada pemberitahuan jadwal salat jenazah dan pemakaman. Yang jelas, seperti pada umumnya jemaah haji yang meninggal bakal disalatkan di Masjidilharam dan dikebumikan di tempat pemakaman umum Sharaya, Makkah.
"Jadwalnya belum ada, karena prosesnya panjang (jika meninggal di Tanah Suci, Red)," jelas pria yang juga merupakan Ketua KBIHU Assunniyyah Kencong itu.
Sementara itu, kegiatan jemaah asal Jember yang lainnya masih sama seperti kemarin. Melaksanakan ibadah-ibadah rutin hingga sunah. Selagi masih berada di Makkah, tawaf sunah hampir setiap hari dilaksanakan.
"Mayoritas dari kami masih terus berusaha melaksanakan tawaf sunah meskipun rata-rata dari kami meriang, batuk, dan pilek pascaritual puncak haji di Arafah-Muzdalifah-Mina, (Armuzna)," tutur Siti Raudhotul Jannah, jemaah haji kloter 69.
Masjidilharam, tempat di mana Kakbah berada, masih sesak bak lautan manusia dari berbagai negara. Terik matahari pada waktu siang membuat banyak jemaah memilih sore hingga malam hari untuk tawaf.
Tak heran jika pelataran Kakbah hingga lantai paling atas selalu padat. Sedangkan jemaah berusia muda, kata dia, cenderung melaksanakan tawaf pada siang hari. "Karena relatif lebih lengang," jelasnya.
Sejumlah jemaah, terutama lansia, masih ada yang belum melaksanakan tawaf ifadah. Perempuan yang juga merupakan Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah UIN KHAS Jember itu mengatakan, sebagian jemaah yang berkursi roda melaksanakannya hari ini (6/7).
"Diprediksi akan terjadi penyusutan jemaah dari negara lain yang diperkirakan sudah ada yang mulai kembali ke negara masing-masing," ungkap Jannah.
Secara terpisah, Prof Aminullah Elhady, jemaah kloter 56, menuturkan, ada fasilitas berupa electrical vehicle atau kendaraan listrik kecil beroda empat yang bisa disewa jemaah untuk tawaf.
Kendaraan berkapasitas hingga dua orang itu, kata dia, bisa disewa untuk memudahkan pelaksanaan tawaf dan sai.
"Tidak sedikit jemaah yang menggunakan fasilitas tersebut meski harus mengeluarkan dana lebih. Sebab, (tawaf dan atau sai, Red) menjadi lebih efisien waktu dan tenaga," tuturnya sembari menaiki transportasi tersebut di lantai atas Masjidilharam. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital