Laporan: Siti Raudhotul Jannah, Jemaah Kloter 69
MAKKAH, RADAR JEMBER.ID- Melaksanakan ibadah haji membutuhkan stamina yang kuat agar seluruh rangkaiannya bisa dikerjakan sampai tuntas. Puncak haji tahun ini sudah selesai.
Untuk menyempurnakannya, tawaf ifadah, sai, dan tahalul kedua menjadi penutupnya. Rangkaian terakhir itu juga tak kalah menguras tenaga.
Seluruh jemaah haji asal Jember sudah kembali dari Mina pada Sabtu (1/7) lalu. Sebagian kecil dari mereka langsung melaksanakan rangkaian penyempurnaan haji. Sebagian lainnya memilih beristirahat di hotel terlebih dahulu untuk kembali mengumpulkan tenaga.
Seperti Siti Raudhotul Jannah, jemaah kloter 69 asal Jember yang baru melaksanakan tawaf ifadah, sai, dan tahalul pada Minggu (2/7). Sejumlah alasan membuat Jannah dan sang suami memilih waktu tersebut.
Kelelahan seusai melaksanakan wukuf di Arafah, mabit di Mina dan Muzdalifah, hingga lontar jumrah masih dirasakan. “Bus salawat, bus gratis yang antar jemput jemaah haji menuju dan ke Masjidilharam baru beroperasi Minggu pagi,” jelasnya.
Kelegaan tersirat di hati Jannah setelah melaksanakan kewajiban haji yang terakhir tersebut. Kurang lebih, itu jugalah yang dirasakan para jemaah yang tuntas melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.
“Akhirnya saya lega karena sudah melaksanakan kewajiban haji. Alhamdulillah,” ungkap perempuan yang juga merupakan Wakil Dekan 1 Fakultas Dakwah UIN KHAS itu.
Senada, Prof Aminullah Elhady, jemaah kloter 56, mengatakan, rangkaian ibadah haji ialah ibadah yang seluruhnya mengandalkan fisik. Sehingga, kelelahan pasti dirasakan kalangan jemaah.
Dijelaskan, tawaf ifadah merupakan rukun haji yang wajib dilaksanakan jemaah sebagai ketentuan sahnya haji. “Belum semua (jemaah haji melaksanakan tawaf ifadah, Red), karena tawaf ifadah itu waktunya longgar,” paparnya.
Cuaca siang yang sangat panas membuat jemaah memilih waktu tertentu untuk melaksanakannya. Prof Amin mengungkapkan, malam hingga dini hari menjadi waktu yang biasa dipilih jemaah untuk melaksanakannya.
“Jemaah yang masih sakit menunggu recovery dulu sampai sehat, baru melaksanakan tawaf ifadah dan sai,” terangnya.
Pria yang juga menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember itu menambahkan, tawaf ifadah dan sai menjadi tanda jemaah melaksanakan tahalul tsani (terakhir). Itu artinya, tuntaslah seluruh ritual haji.
Setelah puncak haji, jemaah masih akan berada di Makkah hingga dua minggu kemudian. Setelah semua kewajiban haji selesai, jemaah melaksanakan ibadah-ibadah rutin atau ibadah sunah.
Seperti salat fardu berjemaah di Masjidilharam atau musala hotel dan masjid terdekat, puasa, atau melaksanakan umrah sunah. “Kegiatan hari ini (kemarin, Red) masih bebas bagi yang selesai tawaf ifadah, seperti salat rutin atau memilih istirahat,” tutur Prof Amin. (sil/c2/nur)
Editor : Radar Digital