Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tradisi Nyekar, Bagian dari Penghormatan

Radar Digital • Selasa, 13 April 2021 | 18:00 WIB
BERDOA: Sejumlah warga berziarah ke makam keluarga di kawasan pemakaman Karangrejo, kemarin (12/4).
BERDOA: Sejumlah warga berziarah ke makam keluarga di kawasan pemakaman Karangrejo, kemarin (12/4).
JEMBER, RADARJEMBER.ID – Setiap orang pasti akan meninggal dunia. Tak mengenal profesi petani, pengusaha, pejabat, atau siapa pun. Nah, dalam Islam di Indonesia dan Jember, ada tradisi nyekar yang sampai sekarang dilakukan oleh banyak orang. Yaitu mendatangi makam keluarga, baik orang tua, anak, maupun kerabat.

Tradisi ini pada umumnya banyak dilakukan warga menjelang puasa Ramadan. Seperti yang terlihat di pemakaman Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, kemarin (12/4). Ada banyak keluarga yang datang ke lokasi itu untuk sekadar berdoa dan mendoakan keluarga mereka yang lebih dulu meninggal dunia.

Tomisah, salah seorang warga, menyebut, dirinya sudah rutin datang ke makam itu untuk berdoa. Dikatakannya, kedatangannya ke makam orang tuanya sebagai bagian dari penghormatan. Sebab, tidak setiap orang akan ingat pada mereka yang sudah meninggal. "Sudah tradisi untuk mendoakan orang tua dan keluarga yang meninggal," ucapnya.

Sementara itu, Afiasari, warga lainnya, juga mengaku mendatangi makam keluarganya yang telah meninggal dunia. Menurutnya, itu dilakukan untuk mendoakan keluarganya. "Berdoa di makam untuk keluarga yang meninggal," jelasnya.

Tak hanya itu, dia kerap datang ke makam juga untuk mengingatkan bahwa siapa saja nantinya akan meninggal dunia. "Tidak ada yang tahu umur manusia. Dengan datang ke makam, setidaknya bisa menyadari bahwa semua manusia akan mati," pungkasnya.

Tradisi nyekar di Kabupaten Jember bukan saja di pemakaman Karangrejo. Hampir setiap pemakaman muslim, tradisi itu juga mudah ditemukan. Bahkan, hingga hari raya Idul Fitri nanti, dipastikan banyak orang yang tetap datang ke makam-makam keluarganya.

 

 

Jurnalis : Nur Hariri
Fotografer : Dwi Siswanto
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital
#Ramadan