Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Sebabkan Maut di Jalur Bromo, Ini Fakta Teknis Rem Blong yang Wajib Diketahui Sopir Bus dan Truk Saat di Jalur Ekstrem

Imron Hidayatullahh • Rabu, 17 September 2025 | 22:15 WIB

Rusak Parah kondisi bus rombongan karyawan RS Bina Sehat Jember di Jalur Bromo Probolinggo
Rusak Parah kondisi bus rombongan karyawan RS Bina Sehat Jember di Jalur Bromo Probolinggo

Radar Jember - Jalur menurun curam pada kawasan wisata Gunung Bromo bukan hanya soal pemandangan dan udara segar.

Turunan ekstrem bisa berubah menjadi ancaman serius bila rem kendaraan besar gagal berfungsi.

Rem blong menjadi pemicu utama sejumlah kecelakaan di wilayah yang medannya sangat menantang, seperti turunan panjang dan tikungan tajam.

Kasus adalah kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang dalam rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat Jember. 

Faktor Teknis Rem Blong pada Kendaraan Besar

Rem blong terjadi ketika sistem pengereman tidak mampu menahan kecepatan kendaraan yang terus melaju.

Berikut beberapa penyebab teknis umum:

Kampas rem overheated: pengereman terus-menerus terutama di turunan panjang membuat kampas rem menjadi panas, kehilangan koefisien gesek, dan akhirnya tidak mampu mengurangi kecepatan.

Brake fading: efek di mana kemampuan rem menurun akibat panas yang tinggi dalam sistem rem.

Kebocoran atau rem blong hidrolik: rem tidak bekerja penuh karena tekanan fluida rem yang hilang atau bocor.

Kerusakan pada sistem eksos/exhaust brake jika tersedia, atau penggunaan yang tidak optimal, sehingga beban pengereman justru jatuh ke rem utama terus-menerus.

 Baca Juga: Polisi Ungkap Fakta: Bus Maut RS Bina Sehat Jember di Jalur Bromo Melaju 80 Kilometer per Jam Tanpa Rem!

Bagaimana Sopir Bus Harus Mengantisipasi?

Untuk meminimalisasi risiko rem blong, sopir kendaraan besar (bus, truk) harus menerapkan prosedur dan teknik yang benar sebelum dan selama melewati jalur turunan curam:

Pengecekan sebelum berangkat

Pastikan kampas rem dalam kondisi baik dan tidak tipis.

Fluida rem tidak bocor, dan sistem hidrolik rem bebas dari udara.

Periksa kondisi exhaust brake (jika ada), tingkat keausan dan fungsinya.

Penggunaan gigi rendah (down shift)

Sebelum memasuki turunan, pindahkan transmisi ke gigi rendah agar mesin dapat membantu menahan laju melalui engine braking.

Gunakan exhaust brake jika tersedia untuk meringankan beban rem utama.

Teknik pengereman berkala/intermittent braking

Jangan terus-menerus menekan rem kaki (pedal), karena akan cepat panas.

Rem perlu diberikan waktu untuk mendingin.

Gunakan rem utama hanya jika diperlukan, misalnya untuk memperlambat atau berhenti, bukan sebagai penahan laju utama sepanjang turunan.

Pengenalan medan sebelum jalur ekstrem

Sopir harus mengetahui lokasi turunan panjang, tikungan tajam, dan jalur penyelamatan bila rem kalah (escape lane).

Kecepatan masuk ke turunan harus dikontrol agar tidak terlalu tinggi, memberi ruang manuver jika rem tak lagi efektif.

Ketika rem mulai terasa kehilangan fungsi

Segera gunakan exhaust brake/engine brake lebih banyak. Turunkan ke gigi yang lebih rendah lagi.

Gunakan rem tangan (parking brake) secara hati-hari jika situasi memungkinkan, tapi dengan tidak mendadak agar tidak mengunci roda belakang.

Cari jalur aman: area yang menanjak ringan, cekungan, atau bahu jalan yang bisa menahan laju.

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #jalur wisata #rem blong #jalur ekstrem #bromo #Rumah Sakit Bina Sehat #Kecelakaan