Radar Jember - Menyantap makanan panas seperti sup mendidih atau menyeruput kopi yang baru diseduh tentu berisiko membuat lidah terbakar.
Apalagi saat Idul Adha seperti sekarang, hidangan rawon dari olahan daging kurban memang menggugah selera.
Namun, jangan buru-buru menyantapnya jika baru saja dimasak.
Selain itu, sensasi lidah terbakar juga bisa disebabkan paparan bahan kimia, atau merokok.
Meski sebagian besar gejalanya bisa diatasi dengan pengobatan di rumah seperti membilas, obat topikal, atau makan es, beberapa kasus mungkin perlu perawatan medis.
Lalu, bagaimana langkah pertama jika lidah terbakar?
- Berkumur dengan Larutan Garam Mulut
Dikuti dari laman VeryWell Health, garam memiliki sifat antiseptik alami yang dapat membantu mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan gejala luka bakar lainnya.
Air hangat juga membantu meningkatkan kelangsungan hidup jaringan di area luka bakar sehingga dapat mengurangi kerusakan lebih lanjut.
- Campurkan 1/8 sendok teh garam ke dalam satu cangkir air hangat.
- Kumur perlahan dengan larutan ini.
- Buang larutannya setelah berkumur.
- Aliri Lidah dengan Air Dingin
Biarkan aliran air dingin dari keran mengenai lidah selama 20 menit, dan ulangi hingga tiga jam.
Air dingin dapat meredakan rasa sakit, menghambat penyebaran panas, dan membatasi kedalaman luka bakar.
Ini juga membantu mempercepat pembentukan kulit baru, yang merupakan langkah awal dalam proses penyembuhan luka.
- Makan Es Krim atau Serutan Es
Menjilat es krim batang seperti popsicle atau serutan es dapat meredakan rasa sakit dan mencegah timbulnya lepuh akibat luka bakar di lidah.
Hindari mengunyah es batu karena dapat merusak gigi.
Suhu dingin juga membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan pada permukaan lidah.
- Minum Obat Pereda Nyeri yang Dijual Bebas
Obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat luka bakar di lidah.
Namun, ingat, beberapa obat tidak bisa dikonsumsi sembarangan.
- Gunakan Vitamin E pada Luka Bakar
Vitamin E membantu mempercepat proses penyembuhan dan mengembalikan kondisi lidah ke normal.
Caranya, pecahkan kapsul vitamin E cair (1000 IU) dan oleskan isinya langsung pada lidah.
Penelitian menunjukkan bahwa pengolesan langsung vitamin E pada luka bakar dapat meningkatkan hasil penyembuhan luka.
- Oleskan Madu pada Lidah
Madu dapat mempercepat penyembuhan luka pada lidah yang terbakar.
Untuk luka bakar ringan hingga sedang, madu terbukti lebih efektif dalam mengendalikan infeksi dibandingkan pengobatan standar lainnya.
Madu juga menyerap molekul berbahaya seperti radikal bebas yang dapat menghambat proses penyembuhan.
- Lapisi Lidah dengan Susu
Susu sapi kaya akan kalsium yang berperan penting dalam mempercepat penyembuhan dan meningkatkan kualitas jaringan setelah sembuh.
Penelitian menunjukkan bahwa susu juga dapat membantu menyiapkan jaringan yang rusak dan meningkatkan aktivitas penyembuhan, bahkan pada luka bakar tingkat parah.
- Gunakan Anestesi Topikal pada Lidah
Anestesi topikal seperti Anbesol atau Orajel mengandung benzokain, zat yang dapat membuat area terbakar menjadi mati rasa sehingga rasa sakit dan iritasi berkurang.
Gunakan sesuai petunjuk pada kemasan.
Cuci tangan sebelum dan sesudah penggunaan untuk mencegah penyebaran kuman dan zat anestesi ke area lain seperti mata.
Hal yang Harus Dihindari saat Mengalami Lidah Terbakar:
- Obat kumur yang mengandung alkohol
- Minuman berkarbonasi
- Buah dan jus jeruk
- Makanan keras dan kasar
- Makanan dan minuman panas
- Salep, mentega, atau pasta gigi
- Makanan pedas
- Produk tembakau
Baca Juga: BAHAYA! Microsleep Saat Berkendara Motor Berisiko Fatal, Ini Tips Mencegahnya
Editor : Imron Hidayatullahh