Radar Jember - Berkendara dengan sepeda motor menyimpan potensi bahaya jika tidak disertai dengan kesadaran penuh akan keselamatan.
Salah satu risiko serius yang kerap diremehkan oleh pengendara adalah microsleep.
Dalam hitungan detik, kondisi ini bisa berakibat kecelakaan fatal.
Microsleep adalah kondisi seseorang tertidur selama 1 hingga 10 detik tanpa disadari.
Baca Juga: Motor Kaum Mendang-Mending Jadi Incaran di 2025, Ini Rekomendasinya
Meskipun mata bisa tetap terbuka, namun kesadaran hilang dalam waktu singkat.
Ketika microsleep terjadi saat berkendara, pengendara bisa kehilangan kendali tanpa menyadari apa yang sedang terjadi.
Microsleep umumnya dipicu oleh kurang tidur, kelelahan fisik, atau perjalanan jarak jauh tanpa istirahat.
Bagi pengendara motor, risikonya lebih besar dibandingkan pengemudi mobil. karena tidak ada perlindungan tambahan seperti sabuk pengaman atau airbag.
Kehilangan kendali saat mengendarai motor bisa berujung pada kecelakaan serius—mulai dari terjatuh, menabrak kendaraan lain, masuk ke jalur berlawanan, hingga menghantam benda keras seperti tiang atau trotoar.
Lalu, bagaimana tips mencegahnya?
- Pastikan Tidur Cukup
Sebelum berkendara, usahakan tidur cukup selama 7–9 jam.
Ini adalah langkah paling efektif untuk mencegah microsleep.
Jangan memaksakan diri berkendara jika tubuh belum benar-benar fit, apalagi untuk perjalanan jauh.
- Istirahat Setiap 2 Jam
Disarankan untuk berhenti dan beristirahat setiap dua jam sekali.
Gunakan waktu ini untuk meregangkan otot, minum air putih, atau sekadar menyegarkan pikiran.
Ini penting untuk menjaga fokus dan menghindari kelelahan otak.
- Kenali Tanda-Tanda Awal Microsleep
Beberapa gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain kepala terasa berat, sering mengedip, menguap terus-menerus, atau kesulitan mengingat apa yang baru saja terjadi.
Jika mengalami hal ini, segera berhenti dan beristirahat.
- Hindari Rute Monoton dan Durasi Berkendara yang Terlalu Lama
Jika rute yang dilalui membosankan atau terlalu lurus, coba variasikan posisi duduk atau ajak bicara penumpang (jika ada) untuk menjaga kewaspadaan.
Namun, tetap utamakan fokus dan konsentrasi saat berkendara.
Editor : Imron Hidayatullahh