Radar Jember - Demi mengurangi emisi gas buang dan ketergantungan pada bahan bakar fosil, teknologi mobil hybrid menjadi salah satu solusi yang populer di industri otomotif terkini.
Mobil hybrid menggabungkan mesin pembakaran internal (internal combustion engine) dengan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi polusi.
Namun, tidak semua mobil hybrid bekerja dengan cara yang sama.
Berikut ini adalah berbagai jenis mobil hybrid yang ada di pasaran:
- Mobil Full Hybrid
Full hybrid adalah jenis mobil hybrid yang paling umum.
Dikutip dari autoexpress.co.uk, mobil ini dapat berjalan menggunakan mesin bensin saja.
Juga dapat berjalan menggunakan motor listrik saja.
Bahkan bisa kombinasi keduanya.
Motor listrik pada full hybrid cukup kuat untuk menggerakkan mobil pada kecepatan rendah atau saat berhenti-berjalan (stop-and-go traffic).
Ini sangat efisien di tengah kemacetan.
Namun jangan berharap bisa berkendara jauh dengan mode listrik.
Sebab, baterainya yang kecil tidak didesain untuk jarak jauh.
Sementara, mesin bensin akan menyala ketika dibutuhkan tenaga lebih atau saat baterai habis.
Kelebihannya efisiensi bahan bakar mesin sangat baik saat lalu lintas padat, dan emisi lebih rendah.
Pada kecepatan tinggi, mesin bensin dan motor listrik pada mobil full hybrid akan secara bersamaan digunakan untuk menggerakkan mobil.
Sedangkan pada saat pengereman, fungsi motor dari penggerak roda menjadi penghasil daya listrik sehingga menghasilkan listrik yang disimpan di dalam baterai.
Jadi, tak perlu bingung mencari SPKLU, karena mobil jenis ini sudah bisa “self-charging” dayanya.
- Mild Hybrid
Berbeda dengan jenis sebelumnya, mobil mild hybrid tidak bisa berjalan menggunakan motor listrik saja.
Motor listrik pada mild hybrid hanya membantu mesin bensin.
Misalnya saat akselerasi atau menyalakan mesin melalui sistem start-stop.
Sistem ini mengandalkan energi yang diperoleh selama pengereman, yang disimpan dalam baterai kecil.
Energi ini kemudian digunakan untuk mengurangi beban pada mesin, meningkatkan efisiensi bahan bakar, dan mengurangi emisi.
Namun, keuntungannya tidak seberapa dibandingkan dengan sistem hybrid lainnya.
Mild hybrid paling cocok untuk pengemudi yang mencari opsi yang mudah dan terjangkau.
Baca Juga: Suzuki Karimun Masih Jadi Pilihan Mobil Harian, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
- Plug-in hybrid (PHEV)
Mobil jenis plug-in hybrid menggendong baterai yang lebih besar yang dapat diisi dayanya dari sumber eksternal.
Tidak seperti full hybrid, PHEV dapat menempuh jarak yang jauh hanya dengan tenaga listrik.
Jika Anda dekat dengan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) fitur pengecasan eksternal pada jenis ini dapat menghemat bensin secara signifikan.
- Range-Extended Hybrid
Pada mobil ini, motor listrik sepenuhnya menggerakkan kendaraan.
Sementara mesin bensin hanya berfungsi sebagai generator untuk mengisi daya baterai jika kapasitasnya menipis.
Pengguna mobil dengan sistem ini tak perlu khawatir kehabisan daya baterai, karena ada cadangan dari mesin bensin.
Selain itu, pengalaman berkendara layaknya mobil listrik penuh.
Editor : Imron Hidayatullahh