Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ini Alasan Mengapa Santet Sering Dihubungkan dengan Dukun

M. Ainul Budi • Rabu, 23 April 2025 | 03:50 WIB
Ini Alasan Mengapa Santet Sering Dihubungkan dengan Dukun
Ini Alasan Mengapa Santet Sering Dihubungkan dengan Dukun

radar jember - Di tengah masyarakat Indonesia, kata "santet" hampir selalu identik dengan satu sosok: dukun. Saat terjadi kejadian aneh seperti penyakit mendadak, kecelakaan janggal, atau kematian misterius, tak sedikit yang langsung menuding adanya praktik santet yang dilakukan oleh dukun.

Tapi, mengapa persepsi ini bisa begitu melekat dalam budaya kita?

Dalam konteks budaya Indonesia, dukun memiliki posisi unik.

Mereka dianggap sebagai penjaga ilmu spiritual, penyembuh, hingga penasihat hidup.

Namun di sisi lain, dukun juga bisa dicap sebagai pelaku kejahatan gaib, terutama jika masyarakat melihat adanya perubahan aneh pada seseorang atau lingkungan sekitarnya.

Hal ini tak lepas dari peran dukun yang bisa menolong, bisa pula mencelakai.

Sering kali, dukun menjadi tokoh yang “serba bisa”, terutama di daerah pedesaan, di mana akses terhadap ilmu kedokteran dan psikologi masih terbatas.

Ketika penyakit tidak sembuh dengan medis, atau masalah hidup terasa berat, masyarakat akan datang ke dukun.

Tapi ketika ada peristiwa buruk, dukun juga yang dicurigai.

Stereotip dukun sebagai pelaku santet juga diperkuat oleh berbagai cerita rakyat, film horor, hingga pemberitaan media.

Dalam banyak kisah, dukun digambarkan duduk di ruang gelap, membacakan mantra sambil menusuk boneka atau mengirim benda gaib ke tubuh korban.

Gambaran ini membentuk persepsi kolektif yang sulit dihapus.

Padahal tidak semua dukun melakukan santet.

Banyak yang justru fokus pada pengobatan tradisional atau spiritualitas positif.

Namun karena tidak adanya regulasi atau asosiasi resmi, masyarakat sulit membedakan mana dukun yang benar-benar membantu, dan mana yang menyesatkan.

Kesimpulannya, asosiasi antara dukun dan santet lebih dipengaruhi oleh konstruksi budaya dan sosial daripada bukti nyata.

Ketakutan terhadap hal-hal yang tidak bisa dijelaskan secara logis sering kali menjadi pemicu munculnya tuduhan-tuduhan terhadap mereka yang dianggap "berilmu".

Maka penting untuk menumbuhkan kesadaran kritis dan tidak gegabah dalam menuduh, karena bisa berujung pada persekusi yang merugikan banyak pihak.

Editor : M. Ainul Budi
#santet #dukun