Radar Jember – Lari di pantai atau beach run bisa menjadi aktivitas olahraga yang menyenangkan sekaligus menyehatkan.
Namun, karena medan pasir berbeda dengan lintasan biasa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar latihan tetap aman dan optimal.
- Pilih Waktu yang Tepat
Lari di pagi atau sore hari disarankan untuk menghindari panas terik matahari.
Selain itu, suhu yang lebih sejuk membantu tubuh beradaptasi dengan medan berpasir yang lebih berat.
- Gunakan Alas Kaki yang Sesuai
Jika pasir cukup padat dan bersih, lari tanpa alas kaki bisa bermanfaat untuk memperkuat otot kaki.
Namun, jika pasir kasar atau mengandung kerikil, gunakan sepatu ringan yang tetap memberi perlindungan.
- Mulai di Pasir Padat
Untuk pemula, sebaiknya lari di bagian pasir yang dekat dengan air laut karena teksturnya lebih padat dan stabil.
Setelah terbiasa, barulah mencoba lari di pasir lembut yang memberikan tantangan lebih besar pada otot.
- Perhatikan Postur dan Langkah Kaki
Jaga postur tegak, pandangan ke depan, dan langkah yang ringan. Hindari menghentakkan kaki terlalu keras agar tidak terjadi cedera di pergelangan atau lutut.
- Pemanasan dan Pendinginan Wajib Dilakukan
Sebelum memulai lari, lakukan pemanasan minimal 5–10 menit.
Setelah lari, lakukan peregangan untuk menghindari kram dan nyeri otot.
Baca Juga: Event Kece Watu Ulo Reborn Beach Run 2025 Bisa Jadi Magnet Sport Tourism di Kabupaten Jember
- Tetap Hidrasi dan Gunakan Tabir Surya
Bawa air minum dan gunakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV.
Udara pantai yang lembap bisa mempercepat dehidrasi.
- Dengarkan Tubuhmu
Karena lari di pasir lebih berat daripada di jalan biasa, jangan memaksakan diri.
Lakukan secara bertahap dan beri waktu tubuh beradaptasi.
Lari di pantai bukan hanya melatih fisik, tetapi juga memberi ketenangan mental berkat suasana laut yang menenangkan.
Jika dilakukan dengan benar, aktivitas ini bisa jadi pilihan olahraga yang menyegarkan.
Penulis: Shafa Azzahra
Editor : M. Ainul Budi