Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ramai Diburu Usai Lebaran, Investasi Emas Semakin Dilirik Masyarakat: Apa Saja yang Perlu Dipertimbangkan?

M. Ainul Budi • Jumat, 11 April 2025 | 15:05 WIB
ilustrasi emas batangan (DOK ANTARA)
ilustrasi emas batangan (DOK ANTARA)

radar jember - Setelah momentum Lebaran 2025, fenomena berburu emas batangan kembali mencuri perhatian publik. 

Banyak masyarakat yang tampak antusias membeli logam mulia, terutama emas Antam, seiring prediksi naiknya harga hingga menembus Rp 2 juta per gram. 

Namun, sebelum terburu-buru membeli, para ahli menyarankan agar masyarakat lebih cermat dalam mempertimbangkan beberapa aspek penting terkait investasi emas.

Antusiasme Tinggi Pasca Lebaran

Di berbagai toko emas seperti Cikini Gold Center, peningkatan jumlah pembeli emas terlihat signifikan. 

Rofa, seorang penjaga toko, mengungkapkan bahwa mayoritas pengunjung datang untuk membeli emas Antam dengan pecahan kecil, antara 0,5 gram hingga 5 gram. 

Salah satu varian yang paling dicari adalah seri redmark, yaitu emas batangan yang diproduksi sejak 2020 dengan logo MIND ID merah.

Minat tinggi ini didorong oleh prediksi para analis yang memperkirakan harga emas akan terus naik. 

Ibrahim Assuaibi, pengamat pasar uang, memprediksi bahwa ketidakpastian global dan kebijakan tarif impor dari Amerika Serikat turut mendorong kenaikan harga emas. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ariston Tjendra, yang menyebutkan peluang harga emas mencapai Rp 2 juta per gram masih sangat terbuka pada kuartal II 2025.

Jenis Emas yang Paling Ideal untuk Investasi

Menurut perencana keuangan Andy Nugroho, emas batangan adalah pilihan terbaik untuk investasi, dibandingkan emas perhiasan yang cenderung memiliki nilai buyback lebih rendah akibat biaya cetak dan fluktuasi tren mode. 

Selain emas batangan, koin emas atau bahkan perak juga bisa menjadi alternatif logam mulia untuk investasi.

Andy menyarankan agar masyarakat membeli emas batangan dalam ukuran kecil agar lebih mudah dicairkan saat butuh dana darurat. 

Ia juga menekankan pentingnya membeli emas hanya dari dana sisa (uang dingin), bukan dari dana kebutuhan pokok.

Tips Aman Berinvestasi Emas

Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), turut menambahkan pentingnya membeli emas saat ada dana lebih dan memperhatikan sistem pembeliannya. 

Beberapa gerai emas, termasuk butik Antam, menggunakan sistem pre-order yang membuat konsumen perlu menunggu ketersediaan stok.

Untuk pembelian dalam jumlah besar, Bhima menyarankan agar emas disimpan di Safe Deposit Box (SDB) guna mengurangi risiko kehilangan atau pencurian. 

Ia juga merekomendasikan pembelian emas batangan dalam gramasi kecil, di bawah 25 gram, agar lebih likuid bila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dengan semakin melonjaknya harga emas dan tingginya minat masyarakat, penting bagi calon investor untuk tidak hanya tergiur oleh tren, tetapi juga memahami risiko dan strategi terbaik dalam berinvestasi. 

Emas memang merupakan instrumen jangka panjang yang aman, namun tetap memerlukan perencanaan matang agar memberikan hasil yang optimal di masa depan.

Editor : M. Ainul Budi
#emas batangan #emas antam #logam mulia #investasi emas #tips aman