Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Jelajahi Pesona Kampung Ketandan: Wisata Sejarah dan Budaya di Jantung Surabaya!

Radar Digital • Sabtu, 14 Desember 2024 | 15:45 WIB
Foto: Kampung wisata Ketandan Surabaya (Sumber: Jawa Pos)
Foto: Kampung wisata Ketandan Surabaya (Sumber: Jawa Pos)

RADAR JEMBER – Jika kamu sedang berada di Jalan Tunjungan Surabaya, sempatkan untuk mengunjungi Kampung Ketandan, salah satu kampung bersejarah yang ada di kota ini. Pemerintah Kota Surabaya kini tengah berupaya untuk melestarikan nilai sejarah yang ada di Kampung Ketandan dengan mengembangkan kawasan ini sebagai situs cagar budaya dan tujuan wisata.

Salah satu langkah penting dalam upaya pelestarian ini adalah peresmian Balai Budaya Cak Markeso pada tahun 2016. Balai budaya yang dibangun dengan kerja sama antara United Cities Local Government Asia Pacific (UCLG ASPAC), UN Habitat, dan Pemkot Surabaya ini berbentuk rumah joglo yang menjadi simbol kebudayaan lokal.

Ketua RW setempat, Indra Bagus Sasmito, menjelaskan bahwa penamaan "Cak Markeso" diambil sebagai bentuk penghormatan kepada seorang seniman besar asal Surabaya. Balai Budaya ini terletak di jantung Kampung Ketandan dan berfungsi sebagai ruang publik yang memfasilitasi warga untuk berinteraksi, berdiskusi, serta saling berbagi tentang berbagai isu seputar lingkungan mereka. Selain itu, tempat ini juga digunakan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya.

Setelah sempat vakum akibat pandemi, warga Ketandan berencana untuk menghidupkan kembali kegiatan budaya di Balai Budaya Cak Markeso, seperti pelatihan menari tradisional dan diskusi sosial yang sebelumnya sempat terhenti.

Meskipun berada di tengah-tengah gedung-gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan modern, Kampung Ketandan tetap mempertahankan suasana kuno yang khas. Saat mengunjungi kampung ini, kamu bisa melihat rumah-rumah yang masih mempertahankan arsitektur kolonial yang memikat.

Lebih dalam lagi, kamu akan menemukan Masjid An-Nur, sebuah masjid yang dibangun pada tahun 1914 dengan desain arsitektur yang khas masa lalu. Masjid ini memiliki pilar-pilar besar yang menghiasi pintu masuk dan jendela-jendela besarnya yang dilengkapi dengan teralis besi.
Di tengah kampung, terdapat juga makam yang dikenal dengan nama Makam Mbah Buyut Tondo, yang merupakan makam nenek moyang masyarakat Ketandan. Makam ini berada di lahan seluas 10x15 meter dan menjadi bagian penting dalam sejarah kampung ini.

Kampung Ketandan juga merupakan rumah bagi lebih dari 40 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang aktif berpartisipasi dalam acara Tunjungan Romansa, sebuah kegiatan yang digelar setiap akhir pekan dan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Berdasarkan informasi dari website surabaya.go.id, Kampung Ketandan terletak di pusat Kota Surabaya, dikelilingi oleh gedung-gedung pencakar langit. Kampung ini sering disebut sebagai "Segi Empat Emas Surabaya" karena lokasinya yang strategis, yakni berada di antara Jalan Tunjungan di sisi timur, Jalan Embong Malang di selatan, Jalan Blauran di barat, dan Jalan Praban di utara.

 

 

Editor : Radar Digital
#Surabaya #kampung ketandan surabaya #kampung ketandan