RADAR JEMBER – Indonesia tidak hanya dikenal karena luas wilayah dan jumlah pulaunya yang melimpah. Lebih dari itu, negara ini juga kaya akan berbagai kekayaan alam dan budaya yang luar biasa.
Salah satu contoh yang menarik adalah kebudayaan yang ada di Jawa Timur, yang memiliki kekayaan budaya yang terjaga dengan baik oleh masyarakatnya.
Untuk memastikan bahwa kebudayaan lokal ini tetap lestari di tengah kemajuan zaman, berbagai inisiatif dilakukan, salah satunya dengan mendirikan Desa Budaya.
Di Jawa Timur, terdapat beberapa desa yang menonjolkan kebudayaan setempat sebagai daya tarik utama, yang menjadi pusat perhatian baik bagi wisatawan lokal maupun internasional. Berikut ini adalah lima desa budaya yang memiliki nilai historis dan budaya yang tinggi.
Desa Kemiren
Banyuwangi, sebagai salah satu kota tujuan wisata di ujung timur Pulau Jawa, tidak hanya menawarkan wisata alam seperti Kawah Ijen, tetapi juga berbagai festival yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun.
Desa Kemiren, yang terletak di Banyuwangi, merupakan salah satu desa budaya yang dilestarikan untuk menjaga kebudayaan Osing, yang merupakan keturunan dari Kerajaan Blambangan. Tradisi unik yang ada di desa ini, seperti tradisi gedhogan, yaitu menumbuk padi untuk menghasilkan bunyi musik khas, menggambarkan kekayaan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat setempat.
Desa Kaliandra
Desa Kaliandra yang terletak di kaki Gunung Arjuno, Pasuruan, dikenal sebagai desa yang mengusung suasana kerajaan. Desa ini menyimpan bangunan megah bernama Kaliandra Sejati yang bercorak Eropa. Pada awalnya, desa ini dibentuk oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat pada tahun 1997 dengan tujuan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan.
Seiring waktu, Desa Kaliandra berkembang menjadi Desa Wisata Budaya yang terkenal karena masyarakatnya yang teguh melestarikan budaya Jawa. Keindahan alam dan suasana pedesaan yang tenang di desa ini menawarkan pengalaman yang berbeda bagi para pengunjung.
Desa Tengger
Salah satu tujuan wisata alam yang terkenal di Jawa Timur adalah Gunung Bromo, yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Namun, selain pesona alamnya, Desa Tengger juga terkenal dengan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Suku Tengger, keturunan dari Kerajaan Majapahit. Kehidupan mereka sangat dipengaruhi oleh adat dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.
Upacara Kasada, yang hanya dapat ditemukan di Desa Tengger, merupakan salah satu ritual yang sangat dinanti oleh para wisatawan, di mana mereka melakukan persembahan di kawah Gunung Bromo untuk memohon pengampunan. Selain itu, ritual lain seperti Ojung dan Karo juga menambah daya tarik budaya di desa ini.
Desa Bumiaji
Desa Bumiaji yang terletak di Kota Batu baru-baru ini menerima penghargaan sebagai Desa Budaya Jawa Timur. Desa ini dikenal karena berbagai acara budaya yang rutin diselenggarakan, seperti Pentas Budaya Sanggar Seni Krama Wijaya. Para pemuda di desa ini juga aktif dalam mengembangkan paket wisata budaya, seperti belajar menulis aksara Jawa, tari tradisional, serta membatik. Selain itu, wisata pertanian purbakala di Kebun Sawung juga memberikan pengalaman baru bagi para wisatawan, dengan menjaga pola makan alami yang telah ada sejak lama.
Desa Jono
Desa Jono, yang terletak di Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, memiliki potensi budaya yang besar. Keberhasilan desa ini dalam menarik wisatawan tidak lepas dari peran kepala desa yang berinisiatif merintis sanggar budaya sejak usia muda. Kesenian tradisional seperti Jaranan, Tayub, dan Kethoprak menjadi daya tarik utama di desa ini, selain itu, kerajinan batik Jonegoroan atau Batik Bojonegoro juga turut memperkenalkan budaya lokal desa ini ke mancanegara.
Masih banyak lagi potensi budaya Indonesia yang belum terekspos secara luas. Sebagai generasi muda, sudah menjadi tugas untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya yang dimiliki oleh bangsa ini. Dengan mengunjungi desa-desa budaya di atas, setiap individu dapat turut serta dalam upaya pelestarian dan pengembangan kearifan lokal yang ada di Indonesia.
Editor : Radar Digital